MK.PLI-6-7. Pengendalian Pencemaran Partikel

Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH.M.Si
Pendahuluan
Disain, lokasi, konstruksi dan pengoperasian sarana pembangkit tenaga listrik sangat Jipengaruhi oleh perhatian terhadap lingkungan. Insinyur ketenagaan harus memrunyai kesadaran yang tulus terhadap lingkungan di samping harus menyediakan cukup :enaga yang dibutuhkan masyarakat dengan biaya serendah mungkin. pemenuhan pertimbangan ketiga "E" (energi, ekologi dan ekonomi) adalah tantangan teknologi abad ini. Meskipun ekologi sangat penting, namun beberapa orang yang memproklamirsan dirinya sebagai pencinta lingkungan sebetulnya bukanlah pencinta lingkungan yang sesungguhnya, melainkan hanya seliedar anti nuklir atau bahkan cuma pembela anti tenaga saja. orang-orang ini melawan pembangunan. instalasi-instalasi pembangkit tenaga baru dengan persengketaan yang lama dan mahal, yang mengakibatkan munculnya pembangunan secara serius. Mereka juga yang mengeluh mengenai penggelapan dan kenaikan harga yang dikarenakan kelambatan pembangunan (Archie, 1989).

Pemerintah negara-negara Bagian dan Federal di Amerika Serikat telah mengeluarkan undang-undang mengenai lingkungan yang membatasi jumlah polusi benda-benda padat dan gas yang boleh dibuang ke atmosfir dan jumlahnya  enegri panas  yang boleh dibuang ke air alam. Menurut "clean-Air Act of l970-,(Akta udar bersih tahun 1970) setiap unit pembangkit uap yang baru atau setiap modifikasi atau pembangunan yang dibuat sesudah 17 Agustus l971, yang mempunyai masukan panas lebih dari 250-juta BTU/jam harus memenuhi standar sebagai minimumnya(Archie, 1989:285).

Rata-rata dua jam maksimum yang diizinkan adalah 0,1 lbm benda partikel untuk setiap juta Btu energi yang diberikan. Emisi yang kelihatan dari cerobong tidak boleh melebihi kepekatan 20% kecuali selama dua menit dalam setiap satu jam ketika kepekatan emisi mungkin sebesar 40% seperti yang ditentukan oleh diagram Standar Ringlemann. Diagram ini berbentuk kartu plastik bergaris sederhana, di mana pemeriksa tinggal membandingkannya dengan benda yang diperiksa.
Oksida belerang (terutama sulfur dioksida) : Rata-rata dua jam maksimum untuk sistem dengan pembakaran minyak adalah 0,80 lbm per juta Btu masukan energi. Rata-rata dua jam maksimum untuk sistem dengan pembakaran batu bara ialah 1 ,20 lbm per juta Btu masukan energi panas (Archie, 1989)

Oksida Nitrogen (Nitrit oksida dan Nitrogen dioksida) : Rata-rata dua jam maksimum untuk sistem dengan pembakaran gas ialah 0,20 lbm per juta Btu masukan energi panas. Rata-rata dua jam maksimum untuk sistem dengan pembakaran minyak ialah 0,30 lbm per juta masukan energi panas. Rata-rata dua jam maksimum untuk sistem dengan pembakaran batubara ialah 0,70 lbm per juta masukan energi panas(Archie, 1989:286). Peraturan ini biasa dikuatkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency = EPA). Untuk pembangkit tenaga listrik, peratural ini berlaku untuk setiap sistem yang membangkitkan lebih dari 25 MWe tenaga listrik (Archie, 1989)

Dari tiga penyebab polusi atmosfir umum yang ditimbulkan intlasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil, benda-benda partikel adalah penyebab polusi yang mudah dikontrol. Benda-benda partikel biasanya diklasifikasi menurut ukutan partikel atau sumbernya. Partikel yang mempunyai diameter kurang dari 1 mikro meter (10-6m) biasanya diklasifikasikan sebagai debu dan partikel ini cukup kecil untuk tidak mengendap di tanah tetapi berlaku sebagai aerosol. Partikel yang lebih besar dari 10 mikro-meter biasanya jatuh ke tanah. Kabut (semoke) biasanya terdiri dari partikel suspensi yang stabil  dan mempunyai diameter kurang dari 10 mikro-meter dan hanya kelihatan bila berkumpul bersama-sama. Asap (fumes) adalah partikel yang sangat kecil yang dihasilkan oleh reaksi kimia dan biasanya mengandung metal atau oksida-oksida metal. Partikel abu biasanya terdapat dalam gas buang ketel uap pembakaran bahan bakar fosil dan berdiameter kira-kira 100 mikro-meter atau kurang disebut debu terbang (flyash), sedangkan partikel yang lebih besar disebut dengan terak api (cinder). Rentang ukuran bermacam-macam partikel, asal (fume), aaerosol dan sebagainya ditunjukkan dalam gambar -1(Culp, 1989).

Emisi partikel 
Dari tiga penyebab polusi atmosfir umum yang ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil, benda-benda partikel adalah penyebab polusi yang paling mudah dikontrol. Benda-benda partikel biasanya diklasifikasi menurut ukuran partikel atau sumbernya. Partikel yang mempunyai diameter kurang dari 1 µm (10-6 m) biasanya diklasifikasikan sebagai debu dan partikel ini cukup kecil untuk tidak mengendap di tanah tetapi berlaku sebagai aerosol. Partikel dengan'diameter lebih besari dari 10 µm biasanya jatuh ke tanah. Kabut (smoke) biasanya terdiri dari partikel suspensi yang stabil dan mempunyai diameter kurang dari 10 µm dan hanya kelihatan jika berkumpul bersama-sama. Asap (fumes) adalah partikel yang sangat kecil yang dihasilkan oleh reaksi kimia dan biasanya mengandung metal atau oksida-oksida metal. Partikel-partikel abu yang biasa terdapat dalam gas buang ketel uap pembakaran bahan-bakar fosil dan berdiameter kira-kira 100 µm atau kurang, disebut debu terbang (Flyash), sedang partikel yang lebih besar disebut terak api (cinder). Rentang ukuran bermacam partikel, asap (fume), aerosol dan sebagainya ditunjukkan dalam Gambar-1(Archie, 1989:286).


                                   Gambar -1.  Ukuran polusi partikel (Archie, 1989)

Pengendalian partikel
Ada berbagai cara untuk menghilangkan benda partikel dari gas buang. Parameter performan dari sistem pembuang benda partikel disebut efisiensi koleksi dari sistem dan didefinisikan sebagai berikut : Efisiensi koleksi antara satu sistem dengan sistem yang lain adalah berbeda-beda, tetapi bervariasi antara 50% untuk sistem mekanis sederhana sampai lebih dari 99% pada presipitator elektrostatis(Archie, 1989)
.
1. Sistem mekanis
Beberapa jenis sistem mekanis untuk menghilangkan benda partikel ditunjukkan dalam Gambar-2. Jenis-jenis tersebut termasuk (1) pengurangan kecepatan gas secara tiba-tiba, (2) perubahan tiba-tiba terhadap arah gas, (3) aliran gas yang ditumbukkan ke deretan rintangan, (4) penggunaao gaya sentrifugal seperti pada fan sudu sinder (cinder-vane fan). Tiga sistem yang pertama pada Gambar-2 disebut "penangkap terak api" (cinder catcher) dan biasanya dipakai pada stoker atau dapur-dapur.siklon kecil di mana bongkah batubara lebih banyak dipakai dibanding batubara serbuk (pulverized coal). Siklon dan separator mekanis, seperti ditunjukkan pada Gambar-3, juga dipakai bila dikehendaki efisiensi koleksi yang lebih besar. Efisiensi koleksi penangkap terak api dan fan sudu-sinder (dari Gambar-2) berkisat antara 50 sampai 75 persen. Separator siklon mempunyai efisiensi koleksi sebesar 85% (Archie, 1989).



                                 Gambar-2 .Sistem pengumpul debu mekanis (Archie, 1989)

2. Sistem pembuang basah
Pembuang basah (wet scrubbers), seperti yang ditunjukkan pada Gambar -4 biasanya dipakai untuk membuang benda partikel dari gas proses dalam industri-industri kimia dan penggilingan biji, tetapi tidak biasa dipakai untuk menghilangkan debu dari gas buang. Beberapa masalah sehubungan dengan penggunaan sistem pembuang-basah dalam sistem gas buang adalah bahwa gas sudah didinginkan terlalu banyak sehingga perlu dipanas-ulangi sebelum melewati cerobong; turunnya tekanan setelah melewati pembuang adalah sangat tinggi; air, yang digunakan sebagai fluida pembuang debu, terkotori oleh benda-benda yang mengandung sulfur dan asam sulfat jika gas yang dibuang mengandung oksida sulfur, dan ini menimbulkan masalah korosi. Efiiensi koleksi pembuang basah berkisar antara 90% (Archie, 1989)

                                       Gambar  4. Sistem pembuang basah jenis siklon

Meskipun pembuang basah tidak lazim dipakai untuk menghilangkan benda-benda partikel dari gas buang, namun instalasi pembangkit daya yang menggunakan pembuang basah untuk menghilangkan oksida sulfur dari g4s buang semakin banyak. Meskipun bisa diharapkan sulfur dioksida dan benda partikel bisa dihilangkan dengan pembuang basah yang sama, biasanya suatu sistem penghilang benda partikel yang terpisah telah dipasang sebelumnya, karena penghilangan kedua benda penyebab polusi tersebut secala simultan akan berakibat kurang baik terhadap performan sistem pembuangan sulfur dioksida tersebut (Archie, 1989).


                          Gambar -3. Sebuah sistem penghilang benda partikel jenis sklon

3. Sistem presipirator
Pada masa silam, kebanyakan dapur siklon dan batubara serbuk menggunakan presipitator elektrostatis yang besar untuk menghilangkan benda partikel berupa gas. Sebuah diagram skematis dari salah satu sistem ini ditunjukkan dalam Gambar-5. Pada presipitator elektrostatis, kawat yang dialiri listrik tegangan tinggi (30.000 -60.000 V) direntangkan di laluan aliran gas antara dua pelat yang dihubungkan ke tanah. Partikel-partikel dalam gas mendapat muatan dari kawat yang bermuatan negatif dan kemudian tertarik ke pelat yang ditanahkan. Pelat-pelat ini secara periodik diketok dengan peluru baja yang diambil dan ditembakkan dengan elektromagnet. Partikel yang terkumpul jatuh ke dalam hoper di bawah pelat(Archie, 1989).

Mengoperasikan presipitator haruslah berhati-hati untuk menjamin tidak ada gas yang tak terbakar masuk ke dalamnya. Jika terjadi gas yang tak terbakar masuk ke dalam, listrik harus segera dimatikan, karena antara kawat dan pelat ada busur listrik yang konstan yang dapat menyebabkan timbulnya ledakan.


                         Gambar -5. Presipitator elektrostatik konvensional (Archie, 1989)

Presipitator elektrostatis banyak dipakai pada industri pembangkit daya dan mempunyai efisiensi koleksi sampai 99%, tetapi tidak akan bisa bekerja dengan baik jika debu terbangnya mempunyai tahanan listrik yang tinggi. Debu terbang dengan tahanan tinggi biasanya dihasilkan oleh pembakaran batubara dengan kadar sulfur rendah. Salah satu cara yang sudah sering dipakai untuk mengatasi hal ini, ialah penyuntikan sulfur trioksida ke dalam gas untuk memperbaiki konduktifitas debu terbang. Tetapi cara ini menurut pertimbangan kelestarian lingkungan kurang bisa diterima, karena akan menaikkan emisi sulfur oksida.

4. Saringan karung
Karena adanya masalah pada presipitator elektrostatis dan sistem sistem dengan pembakaran batubara dengan sulfur rendah dan kareila kenaikan konsumsi batubara berkadar sulfur rendah, makin banyak peralatan yang memilih untuk memakai saringan karung untuk menyaring benda partikel. Skema diagram sistem ini ditunjukkan pada Gambar 6.6(Archie, 1989).


                              Gambar-6: Sistem saringan karung(Archie, 1989)

Masalah utama bagi saringan karung ialah tingginya biaya perawatan kantongan kainnya. Kantongan ini, yang merupakan 20% dan harga pendirian saringan karung, mempunyai masa pakai antara 18 sampai 36 bulan. Ada dua jenis dasar material untuk kantongan, tetapi smuanya harus cocok untuk digunakan pa{a aliran gas yang mengandung debu dan bersuhu linggi. Kedua jenis material itu ialah kantong lakan Teflont dan kantong yang ditentun dari serat-kaca (fibre g/ass) dengan lapisan yang bermacam- macam. Unit saringan kosong biasanya dibersihkan dengan aliran balik udara atmosfir. Kantong teflon yang dikempa sukar dibersihkan dan menimbulkan penurunan tekanan yang besar, sedang kantong tenun kehilangan lapisan debunya ketika dibersihkan dan ini menimbulkan penurunan temporer efisiensi koleksi.


                                  Gambar-7: Sistem saringan karung(Archie, 1989)



                                            Gambar-8: Sistem saringan karung(Archie, 1989)

Saringan karung merupakan struktur besar yang tak bisa dipisah-pisahkan dan memerlukan minimum 10 ft2 /MWe. Meskipun pemeliharaan merupakan masalah dan volume pengumpulan yang diperlukan pada sistem ini cukup besar, saringan karung makin lama makin banyak dipakai pada sistem dengan penyalaan batubara. Salah satu perkiraan adalah bahwa 30% dari unit dengan penyalaan batubara akan beralih ke saringan karung menjelang tahun 1980 dan15% unit dengan penyalaan batubara baru yang direncanakan akan dilengkapi dengan saringan karung setelah tahun 1980.

5.Scrubber
Dengan merancang scrubber dalam bahan yang benar untuk meminimalkan erosi, yang merupakan salah satu penyebab paling serius dari kegagalan scrubber, dan maksimum di mana turbulensi yang terbesar. Hal ini terkait dengan ukuran partikel dan kekerasan, dan untuk tingkat turbulensi gas. Meskipun dengan partikel besar turbulensi, dan energi maka menghubungkan energy yang dibutuhkan rendah, hitungan W.G. beberapa cm, memakai cepat aus terjadi terutama dengan debu kasar. Dalam kasus asap halus, perbedaan tekanan tinggi yang terlibat, seringkali lebih besar dari 100 cm W.G. Situasi bisa serius dalam kasus ini karena sangat sedikit proses industri menimbulkan asap bagus saja; hampir selalu ada sebagian kecil _ debu di kisaran kasar. energi yang dihubungkan ditentukan oleh partikel terbaik, tetapi persentase kecil dari partikel kasar menentukan potensi erosi. Dalam salah satu kasus yang disebutkan, pengalaman menunjukkan bahwa salah desain dapat menghasilkan kehidupan hanya beberapa jam atau hari (Parker:255).

  Ketika semprotan atomisasi digunakan untuk memasukkan air dan memecahnya kedalam ukuran tetesan yang sesuai, penurunan tekanan pada semprotan meningkat dengan kemurnian tetesan yang dihasilkan. Ini menjadi masalah dalam memakai semprotan yang dikarenakan suspensi pencemaran air. Dari semua sistem industry scrubber diperlukan untuk menggunakan air kembali. Pengolahan air untuk membersihkan material-material suspense menjadi semakin mahal dengan tingkat kebersihan yang diperlukan dan biaya dari pengolahan air pabrik merupakan persentase tinggi dari biaya total dari sistem scrubber. Ini lebih disukai, oleh karena itu, air akan di sirkulasi ulang dengan kebersihan minimum berikut perjalanannya melalui scrubber: Ini memerlukan perhatian untuk menyemprotkan desain dan metode dalam memasukkn scrubbing liquid (Parker:255).

Banyak proses industri gas menimbulkan volume gas yang sangat bervariasi. Scrubber sering dibutuhkan untuk mempertahankan tingkat rendah debu yang konstan pada gas scrubber, terlepas dari variasi laju air, dan beberapa kasus juga dengan ukuran partikel yang bervariasi. Ini memerlukan scrubber untuk didesain, dalam volume yang bervariasi, untuk mempertahankan energy konstan dan tingkat pembersih gas yang konstan. Jika ukuran partikel bervariasi mungkin perlu untuk beroperasi pada tingkat yang berbeda dari tekanan yang bebeda. Hal ini diinginkan bahwa desain scrubber dapat menampung kebutuhan-kebutuhan ini (Parker:255).

Setiap scrubber berikut perlu untuk membesrihkan tetesan air seutuhnya. Tetesan air tersebut mengandung material padat yang telah dibersihkan. Tidak ada scrubber yang lebih efisien disbanding mesin pemisahnya. Ketika objek tersebut mencegah polusi atmosfer, gangguan untuk membersihkan tetesan dapat menghasilkan hujan buatan di area sekitar pabrik, tanpa menghiraukan debu yang dapat membawa masalah yang besar (Parker:255). Ada banyak jenis perangkat pembersih gas tergantung pada cairan untuk menghilangkan bahan tersuspensi, dan diusulkan sekarang untuk meninjau jenis dan penjelasan pada dasarnya berbeda secara singkat pada karakteristik mereka(Parker:255).

6.Gravitasi  Semprotan Tower
Ruang semprot terdiri dari bejana besar di mana gas mengalir biasanya dalam bidang vertikal pada kecepatan yang relatif rendah. Cairan scrubbingk dimasukkan di ujung atas menara dan biasanya melawan-arus gas tersebut. Pengaturan yang khas ditunjukkan pada Gambar. 8.23, di mana cairan dimasukkan dengan sistem semprotan dekat atap menara. Di atas semprotan adalah penghilang tetesan lembab sederhana untuk mencegah mengangkut tetesan air ke dalam saluran keluar cerobong (Parker:256).


                                     Gambar -9. Grafity Spray tower: grafity spray tower

Hal ini diharapkan bahwa efisiensi pembersihan perangkat sederhana ini tergantung pada jumlah air dan ukuran tetesan. Pada Gambar. 8.23b adalah grafik yang menunjukkan efisiensi sasaran, yaitu efisiensi tubrukan partikel debu dan tetesan air, untuk ukuran yang berbeda dari tetesan air dan partikel debu. grafik ini berasal oleh Stairmand.14 Ini menggambarkan keterbatasan mendasar dari menara gravitasi semprot, yaitu bahwa perangkat ini hanya benar-benar terletak pada penghapusan partikel debu yang lebih besar dari diameter 10 m. Ada sedikit jalur menggunakan tetesan semprot sangat halus bahkan jika mereka dapat diproduksi secara ekonomis, sebagai faktor penting adalah untuk mempertahankan kecepatan relatif tinggi antara tetesan air dan debu untuk meningkatkan kemungkinan tabrakan dan perpaduan.



                                  Gambar -10. Hubungan diameter dro-let dengan efisiensi

Dengan keterbatasan pikiran, jelas bahwa menara gravitasi semprot, di mana kecepatan relatif dari partikel debu dan tetesan air secara efektif sama dengan kecepatan jatuh bebas dari tetesan air, memiliki efisiensi sasaran terbatas. Mengacu pada Gambar. 8.1 menunjukkan variasi kecepatan jatuh bebas dengan diameter partikel: ini dapat digunakan untuk memperkirakan kecepatan relatif dari berbagai ukuran partikel dan tetesan cairan. Keuntungan dari jenis sccruber gas konsumsi energi yang sangat rendah, biasanya dari urutan 2-4 cm WG Ini hanya cocok untuk marterial kasar: tekanan yang berbeda yang berkaitan dengan desain dan dapat bervariasi hanya dengan aliran gas yang bervariasi melalui itu (Parker:256).

7.Semprotan Scrubber Terinduksi
Semprotan Scrubber Terinduksi, seperti namanya, tidak memiliki sistem semprot seperti itu namun menggunakan kecepatan dan energi gas untuk menginduksi semprot untuk tindakan scrubbing. Sebuah scrubber khas dari jenis ini ditunjukkan pada Gambar. 11.


                                    Gambar -11. Self-induced spray collector

 Gas kotor memasuki scrubber melalui venturi berbentuk tenggorokan yang terhubung dengan slot sempit untuk air yang terkandung dalam penyedot air bawah scrubber. Efeknya adalah untuk menginduksi aliran air dari slot ke gas, di mana ia dikabutkan dan dibawa mengelilingi ruang melingkar dari scrubber, yang bertindak sebagai wilayah menghubungkan energy untuk tetesan dan gas berdebu dan sebagai pemisah siklon. Gas bersih melewati pemisah air dari jenis inersia ke arah bagian tengah ruangan, yang memiliki baling-baling yang menyebabkan gas tersebut untuk mengubah arah oleh sekitar 180 °, sehingga memastikan bahwa tidak ada air dibawa dengan gas bersih meninggalkan scrubber sepanjang sumbu . 

Dengan jenis scrubber, sirkulasi ulang air dan ketergantungan yang sama ditempatkan pada sedimentasi alami untuk memisahkan partikel debu di dalam air, lendapan yang dikeluarkan dari dasar ruangan. Ketentuan harus dibuat untuk tingkat air yang akan diatur secara ketat dalam scrubber jika tindakan penyemprotan terinduksi sendiri adalah untuk melanjutkan secara merata. Hubungan ukuran partikel-efisiensi dan hilangnya tekanan pada dari scrubber seperti biasanya masuk antara yang satu tubrukan scrubber dan gravitasi semprotan menara ditunjukkan pada Gambar. 8.23. Hal ini terbatas pada partikel dari 1μm di atas, jika efisiensi yang lebih baik dari 90 persen diperlukan(Parker:256).    Hubungan antara ukuran droplet dan efisiensi koleksi untuk partikel 2-10 μm diameter specipie gravitasi debu 2, disajikan pada gambar -11.

8. Tubrukan Scrubber
Tubrukan scrubber menggunakan prinsip yang sama sebagai kolektor inersia. Salah satu jenis, ditunjukkan pada Gambar-12, adalah ketidakstabilan lapisan scrubber. Dalam desain ini gas kotor memasuki bagian bawah menara danbergerak ke atas melalui tirai yang  dari air, yang menghilangkan debu kasar dengan cara yang mirip dengan menara gravitional. Pada sekitar ketinggian pusat menara, terdapat antara dua jaringan penahan, adalah lapisan berat jenis arus bidang plastik berongga secara terus menerus dibasahi oleh semprotan cairan jatuh. Sejak bidang, meskipun difluidisasi, berada di dekat jalur gas yang bersifat berliku-liku dan ada banyak perubahan arah.
                                             Gambar -12. Fluidized bed scrubber

Efek akhirnya adalah bahwa sebagai akibat dari perubahan arah partikel debu dipisahkan dari gas dan menimpa pada bidang yang dibasahi. Keuntungan menyatakan untuk jenis pengering alas terfluidasi adalah bahwa karena gerakan bola sistem ini membersihkan diri. Perangkat pengumpul lain dalam kelompok ini terdiri dari sistem alat tulis yang membingungkan  dari kemasan kayu, atau cetakan plastik seperti cincin Raschid, yang mengandalkan hanya pada sifat berliku-liku gas melewati untuk koleksi partikel tersuspensi (Parker:258).

 Ada variasi lain dari tubrukan scrubber. Tekanan hilang sesuai dengan desain antara 20 sampai 80 cm WG, dan itu diklaim bahwa tekanan yang hilang lebih tinggi dengan desain tertentu memberikan efisiensi dari debu penghapusan berat lebih dari 99 persen, bahkan pada debu ke dan kurang dari 1 m . Sebuah partikel khas ukuran-efisiensi kurva untuk jenis scrubber ditunjukkan pada Gambar12, yang akan terlihat bahwa scrubber pelampiasan dengan kerugian tekanan 15 cm W.G akan memiliki efisiensi yang cukup tinggi (lebih dari 90 persen) untuk partikel ke 1μm (Parker:258).

9.Disintegrator Scrubbers
 Disintegrator Scrubbers digunakan secara luas beberapa tahun yang lalu untuk membersihkan gas ledakan tungku. Mereka terdiri dari cincin silinder batang, baris alternatif yang baik statis atau berputar pada kecepatan tinggi sekitar sumbu perangkat. Air disuntikkan sebagai pancaran dan dipecah menjadi partikel halus oleh tabrakan dengan bergerak dan batang statis. gas melewati sistem dan dikenakan sasaran pengeboman dengan tetesan bergerak cepat turbulensi air selain dipromosikan oleh batang bergerak. Energi yang dikonsumsi oleh disitegrator yang hampir seluruhnya yang berputar elemen bergerak. alat tersebut dapat memiliki efek pemulihan energi sedikit dan membantu kipas membawa gas melalui perangkat sehingga tidak ada tekanan yang hilang(Parker:259).

 Disintegrator telah berhasil digunakan untuk membersihkan gas ledakan tungku, memberikan penghapusan debu ke 10-20mg m-3. Karena perlu menghindari membangun di desintegrator dan untuk menghindari abrasi yang akan dihasilkan dari turbulensi kekerasan dengan partikel debu yang besar, itu adalah normaly mendahului disintegrators oleh siklon efisiensi tinggi sehingga beban hanya relatif rendah, yang terdiri dari fraksi halus debu , masukkan disintegrator tersebut. Karena konsumsi daya yang relatif tinggi perangkat ini, bersamaan dengan masalah pemeliharaan, kini sebagian besar tidak lagi digunakan(Parker:259).

10. Scrubber dengan Energi Tinggi
Scrubber yang dikenal di bagian ini tidak diragukan lagi yaitu scrubber venturi, salah satu pengaturan yang ditunjukkan pada Gambar. 8.26. Ini berisi bagian venturi klasik. Gas memasuki venturi mempercepat ke troat tersebut. Karena untuk deesign tetap penurunan tekanan troat, karakteristik pembersihan gas hanya dapat bervariasi dengan memvariasikan kecepatan gas.



                                  Gambar -13. High energy ventury scrubber

Air dipompa dalam melalui semprotan atomazing di tenggorokan venturi, berikut ini yang air ditangguhkan dan gas melewati penghilang air, hal ini ditunjukkan dalam bentuk pemisah siklon. Efisiensi utama dari perangkat scrubbing seluruh tergantung pada kemampuan penghilang siklon kelembaban untuk menghapus hampir seluruh kelembaban ditangguhkan. Untuk scrubber energi tinggi masalah ini meningkatkan ukuran tetesan menjadi lebih kecil, karena turbulensi tinggi gas tersebut(Parker:260).

 Tekanan hilang, dan dengan demikian kecepatan di leher venturi, akan ditentukan oleh ukuran partikel dan efisiensi penghapusan yang diperlukan. Hal ini digambarkan oleh Tabel 8.4, yang menunjukkan hubungan antara kecepatan tenggorokan, diameter tetesan air yang disebabkan oleh energi turbulen tenggorokan, dan efisiensi sasaran, yaitu efisiensi penghapusan yang diharapkan untuk 1 m partikel.

                                        Tabel-2.Scrubber-target efficiency for 1  μm dust particles


Ukuran tetesan dalam tabel ini dihitung dengan Stairmand menggunakan relotionships diperoleh Nikiyama dan Tanasawa. Daftar tersebut menunjukkan  bahwa kebutuhan energi meningkat dengan penurunan ukuran partikel dan dengan efisiensi penghapusan yang diperlukan. Efeknya diilustrasikan pada Gambar 13. 

Kurva (a) menunjukkan scrubber energi tinggi dengan kerugian tekanan lebih dari 140cm W.G.: kondisi ini scrubber itu mempertahankan efisiensi dari 199 persen ke diameter 0.02μm. Karakteristik dari scrubber di balik titik ini tidak ditentukan karena kesulitan melaksanakan partikel ukuran analisis untuk sub-mikron asap, yang melibatkan teknik khusus dengan menggunakan mikroskop electon. Hal ini jelas, bagaimanapun, bahwa memberikan tenaga yang cukup tersedia scrubber energi tinggi yang mampu mendekati efisiensi 100 persen untuk partikel ke urutan 0,01 m. Sementara pernyataan ini dibuat berkaitan dengan scrubber venturi, mereka juga berlaku untuk berbagai jenis scrubber akan dijelaskan (Parker:260).

 Kerugian dari scrubber venturi adalah bahwa untuk ukuran tertentu batang venturi, efisiensi tidak dapat bervariasi, kecuali dengan memvariasikan kecepatan gas melalui batang. Dalam banyak aplikasi yang dipraktekkan dari scrubber itu diinginkan untuk mempertahankan perbedaan tekanan yang sama, yaitu energi pembersihan yang sama untuk berbagai Volume gas, dan banyak varitions telah dikembangkan. Terlepas dari kebutuhan untuk beragam penurunan tekanan untuk volume konstan, atau bervariasi volume dan mempertahankan penurunan tekanan konstan, juga diinginkan untuk dapat memanfaatkan air hanya semi-bersih; signifikansi ini akan dihargai ketika aspek partical desain saat ini digunakan untuk memberikan fleksibilitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini(Parker:261).

11.Slot ventury scurbbber
Gambar-14  menunjukkan scrubber Slot venturi di mana gas debu sarat dimasukkan melalui pipa melingkar yang jelas dari dinding venturi konvergen. Cairan scrubbing mengalir melalui bendung di dinding konvergen venturi, membentuk sebuah lapisan cairan yang rusak dan dikabutkan oleh turbulensi di tenggorokan venturi. Keuntungan diklaim untuk sistem ini adalah bahwa hal itu memungkinkan penggunaan liqiuds mengandung persentase yang tinggi dari bahan padat, mendekati kondisi lumpur. scrubber ini seperti yang digambarkan memiliki batang tetap, namun versi yang ada di mana profil dari tenggorokan juga dapat bervariasi untuk memungkinkan variasi tekanan kerugian atau aliran gas (Parker:261).


                       Gambar -14. Typical scrubber arrangement: Slot ventury scurbbber

12. Flooded disc scrubber
Pada Gambar-15 ditunjukkan Flooden disc. Sebuah piringan horisontal dipasang pada poros vertikal bergerak secara aksial pada gas di intinya, melalui dimana mengalir Dust-laden gas mengalir. Piringan tersebut agak kecil dengan diameter gas inti, yang di area piringan adalah bagian kerucut sehingga dengan memvariasikan posisi piringan dalam bidang vertikal kesenjangan antara piringan dan dinding dapat bervariasi. Jadi tekanan yang hilang pada scrubber, atau volume yang dapat ditangani untuk menurunkan tekanan yang sama, dapat dipertahankan konstan seperti yang diinginkan. Scrubbing Liquid dimasukkan melalui poros dari piringan dan mengalir di atas permukaan atas piringan, atomisasi yang dibawa oleh turbulensi antara piringan dan dinding. scrubber seperti juga dapat menggunakan cairan yang mengandung proporsi yang tinggi dari bahan padat (Parker:263). 


                                   Gambar-15. Typical scrubber arrangement:
                                                       Flooded disc scrubber

13. Variable orifice  scrubber
 Gambar -16  menunjukkan variable lubang scrubber, yang mungkin merupakan perangkat yang paling sederhana dari semua orang yang dijelaskan. Ini pada dasarnya terdiri dari peredam gilirannya dipasang di buang membawa gas debu-sarat. peredam ini, ketika normal terhadap arah aliran, lebih kecil dari diameter utama, sehingga kesenjangan annular dipertahankan. Ukuran celah yang berbentuk cincin ini bervariasi sesuai dengan penurunan tekanan atau aliran karakteristik yang diperlukan untuk scrubber. Variasi kehilangan tekanan dengan berbagai aliran dipengaruhi dengan memutar pisau peredam, sehingga membuka kesenjangan antara tepi piringan dan dinding utama gas. Air dimasukkan melalui semprotan dipasang di cincin diseluruh scrubber sekitar satu diameter hulu pergantian peredam. semprotan ini dari melalui aliran jenis konstruksi yang sederhana dan dapat menangani cairan yang mengandung persentase yang cukup tinggi padatan, meskipun mungkin tidak sampai ke standar diklaim untuk scrubber (Parker:264).


                                  Gambar-16. Typical scrubber arrangement:
                                                       Variable orifice  scrubber


14. Annular Clearance washer
Gambar-17  menunjukkan  variable lain dari desain desain leher yang berbentuk cincin dimana gas mengalir ke leher kira-kira berbentuk ventury. Pada sumbu leher adalah perangkat dalam bentuk baji melingkar dengan sisi sejajar terhadap lehernya. Perangkat ini dipasang pada batang sehingga dapat dipindahkan dalam bidang vertikal untuk memvariasikan celah sekitar batang venturi. Hal ini memberikan kemampuan untuk mengakomodasi kondisi aliran yang berbeda-beda.


                         Gambar-17.Typical scrubber arrangement:
                                            Annular Clearance washer

 Semua perangkat hanya menjelaskan memerlukan perangkat pemisah kelembapan proses sedimentasi yang bervariasi dalam kompleksitas dengan energi scrubbing. Menurut Tabel 8.4, ukuran tetesan diproduksi berkurang dengan meningkatnya menggosok energi dan penurunan tekanan di scrubber, dan karenanya karakteristik dari eliminator kelembaban harus berubah untuk menghilangkan tetesan kecil dengan efisiensi hampir 100 persen. Hal ini penting, sebagai scrubber energi tinggi hanya digunakan ketika membersihkan gas efisiensi tinggi pada asam-baik saja diperlukan(Parker:265).

Aspek praktis of Pengaplikasian Scrubber
 Atas dasar prinsip yang disebutkan, bahwa efisiensi scrubber ditentukan oleh total energi yang dikonsumsi oleh scrubber, apakah dalam bentuk energi untuk menyemprotkan suatu cairan air atau kehilangan tekanan di scrubber, pertimbangan harus diberikan dengan cara terbaik dimana air harus dimasukkan. Air adalah komoditas yang mahal dan menjadi semakin mahal sehingga dengan meningkatnya kerasnya undang-undang pada pengendalian polusi. Sekarang jarang ditemukan scrubber dimana air melewati hanya sekali. Dalam prakteknya air melewati dari scrubber ke sistem pendingin dan penyaringan dan kemudian diresirkulasi. Total sistem ini untuk mengizinkan penggunaan kembali air merupakan sebagian besar dari biaya modal dari scrubber(Parker:266).
 Air yang meninggalkan scrubber yang melewati menara pendingin kemudian melalui jenis sedimentasi filter. Ini menghapus materi padat yang mengendap di bawah gravitasi: air yang diolah diedarkan kembali ke scrubber. Dapat dikatakan bahwa air disirkulasikan ada gunanya pendinginan, karena apakah air panas atau dingin tidak material mempengaruhi efisiensi scrubber. Referensi untuk Gambar. 8.28 menunjukkan bahwa jika air diizinkan untuk recirculate dan suhu naik di atas 60 ° C, jumlah air yang diangkut dengan gas dalam bentuk uap meningkat tajam, karena gas meninggalkan scrubber jenuh, maka jumlah air yang dibutuhkan dalam sistem dapat meningkat jauh.


                   Gambar -18. Water content of gases after cooling
                                 from 10000C to temperature to suit  cleaning divece

Berbagai bahan konstruksi yang digunakan, mulai dari logam campuran untuk silikon karbida, bahan tahan api yang mendekati kekerasan berlian. Karena ini adalah relatif mahal yang hanya digunakan bila benar-benar diperlukan, tetapi dapat diharapkan untuk memiliki kehidupan, bahkan di bawah kondisi yang sulit, bertahun-tahun. Silikon karbida adalah bahan yang sulit untuk dibuat, tapi untungnya pada jenis scrubber  ini diperlukan hanya untuk batang yang mengandung di wilayah turbulensi maksimum(Parker:266).

 Jumlah air yang dibutuhkan oleh scrubber tergantung pada kondisi operasi, khususnya pada suhu gas yang masuk, dan biasanya berkisar dari 1 sampai 31m-3 gas diolah. Diperhatikan telah dibuat dari risiko erosi leher scrubber. Ketika scrubber memiliki cukup pasokan air, selain menyediakan media yang menghubungkan debu, juga bertindak dalam peran sekunder pelumas leher scrubber dan mengurangi erosi. Hal ini penting untuk tidak membiarkan gas untuk melewati scrubber dengan terlalu sedikit, atau tidak ada air, sama seperti nyawa scrubber akan dipersingkat selain mengurangi efisiensi penghapusan debu. Gambar -19 menunjukkan efek dari berbagai kuantitas watre untuk scrubber jenis lubang variable (Parker:264). Akan terlihat bahwa emisi final untuk penurunan tekanan yang sama di seluruh scrubber membaik jauh sebagai kuantitas air meningkat. Pilihan jumlah air, oleh karena itu, menjadi masalah ekonomi, menyeimbangkan biaya memompa air ekstra terhadap yang memperoleh peningkatan kehilangan tekanan yang diperlukan untuk mempertahankan efisiensi pembersihan gas(Parker:265).

Kebersihan gas sama untuk debu dari pembuatan besi dan pemurnian baja, sebagian besar terdiri dari sub-mikron partikel ukuran asap, memerlukan 35 cm W.G. dan 50 cm W.G. masing-masing. Dalam pembuatan besi, di mana nilai gas sebagai bahan bakar, kandungan debu 0,01 g m-3 biasanya diperlukan, mengurangi ke 0,001 g m-3 jika gas digunakan sebagai bahan bakar untuk turbin gas. Scrubber kehilangan tekanan untuk kondisi ini sangat tinggi, dan jika dikembangkan oleh tenaga kipas angin merupakan biaya tinggi berjalan dalam hal tenaga listrik . Dalam praktek, ketika scrubber tersebut digunakan, blast furnace dioperasikan pada tekanan tinggi, hingga dua atmosfer. gas dilepaskan di atas tungku pada tekanan ini dan menyediakan lebih dari energi yang cukup untuk mengoperasikan scrubber untuk memberikan setiap tingkat kebersihan gas mungkin diperlukan (Parker:266).

Scrubber energy tinggi yang digunakan pada ledakan tungku juga menggabungkan fungsi mengontrol tekanan gas di utama gas klan, di mana tekanan yang dibutuhkan biasanya kurang dari 50 cm WG Dengan kondisi tersebut tingkat tinggi kebisingan yang dihasilkan, dan ini adalah saat masalah . Selama tes laboratorium untuk ivestigate masalah ini, itu menunjukkan bahwa venturi benar dan desain diperlukan kecepatan tenggorokan lebih tinggi dari gambar   memberikan penurunan tekanan yang sama karena tingkat yang lebih tinggi dari turbulensi di tipe yang terakhir. Hasilnya adalah perbedaan yang sangat signifikan dari tingkat kebisingan, jenis ditunjukkan pada gambarmenjadi jauh lebih tenang (Parker:267)



                                  Gambar -19. Typical oprating characteristic
                                                       of ventury and orifiee scrubbers

Grafik yang lebih rendah pada Gambar-19  menunjukkan hasil aktual yang diperoleh dengan scrubber pada proses industri di sana. Debu kasar di pembangkit listrik fly ash. Untuk tujuan pengendalian polusi konsentrasi debu 0,1 g m-3 biasanya dianggap memadai dengan jenis debu. Sebuah scrubber rendah energi dapat menghasilkan standar ini kebersihan gas dengan penurunan tekanan dari tidak lebih dari 6 cm W.G(Parker:266).

 Seperti baterai siklon secara paralel untuk menangani volume gas yang besar, telah diusulkan bahwa venturies kecil yang disusun secara paralel memberikan pembersihan lebih efektif daripada unit pembersih gas yang besar yang tunggal. Namun, konsep total energi tidak mendukung pandangan ini. Selain itu, scrubber secara parallel dikenakan masalah maldistribution aliran, sehingga kecepatan gas dapat bervariasi cukup besar dalam venturis di bagian berbeda dari unit, dengan efek konsekuen pada pembersihan efisiensi. Ada juga masalah serius debu build-up dan membutakan scrubber secara paralel, dengan cara yang sama dengan yang dialami dengan siklon, dan itu menjadi semakin populer, karena itu, untuk unit tunggal yang besar untuk menggantikan banyaknya unit yang lebih kecil. Scrubber unit saat ini dalam pelayanan yang dapat menangani beberapa ribu meter kubik gas per menit. Teknik pertimbangan bukan faktor yang mempengaruhi kinerja menetukan bahwa untuk volume gas yang sangat besar unit seperti yang diatur dalam jumlah relatif kecil secara paralel: situasi ini, seperti dengan siklon, menyajikan tidak ada masalah (Parker:267).

 Meringkas, karakteristik penting dari scrubber dan pencuci basah adalah sebagai berikut:
1. Tidak ada batasan pada suhu, tetapi suhu tinggi meningkatkan konsumsi air, karena gas dibuang pada suhu yang lebih tinggi dalam kondisi jenuh. Hal ini menyebabkan uap pembentukan cendawan asap yang dapat membuat masalah polusi sekunder.
2. Biaya modal dari scrubber sebenarnya sedang tapi, tergantung pada biaya instalasi pengolahan air, biaya modal keseluruhan bisa tinggi.
3. Penurunan tekanan memberikan peningkatan kebersihan diperlukan gas dengan meningkatkan kebersihan (Gbr. 8.29), dan dengan mengurangi ukuran partikel.
4. Untuk penurunan tekanan yang sama, efisiensi scrubber meningkat dengan kuantitas air (Parker:827)

Baku Mutu Udara Ambein Nasional
        Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, tertanggal 26 Mei 1999.


                                           Baku Mutu Udara Ambein Nasional
No.
Parameter
Waktu Pengukuran
Baku Mutu
Metode Analisis
Peralatan
1
SO2
(Sulfur
Dioksida)
1 Jam
24 Jam
1 Thn
900 ug/Nm3
365 ug/Nm3
60 ug/Nm3
Pararosanilin
Spektrofotometer
2
CO
(Karbon
Monoksida)
1 Jam
24 Jam
1 Thn
30.000 ug/Nm3
10.000 ug/Nm3
NDIR
NDIR Analyzer
3
NO2(Nitrogen Dioksida)
1 Jam
24 Jam
1 Thn
400 ug/Nm3
150 ug/Nm3
100 ug/Nm3
Saltzman
Spektrofoto
meter
4
O3
(Oksidan)
1 Jam
1 Thn
235 ug/Nm3
50 ug/Nm3
Chemiluminescent
Spektrofoto
meter
5
HC
(Hidro
Karbon)
3 Jam
160 ug/Nm3
Flame Ionization
Gas Chromato
garfi
6
PM10
(Partikel <
10 um)
24 Jam
150 ug/Nm3
Gravimetric
Hi - Vol

PM 2.5*
24 Jam
1 Jam
65 ug/Nm3
15 ug/Nm3
Gravimetric
Gravimetric
Hi – Vol
Hi - Vol
7
TSP
(Debu)
24 Jam
1 Jam
230 ug/Nm3
90 ug/Nm3
Gravimetric
Hi – Vol
8
Pb(Timah
Hitam)
24 Jam
1 Jam
2 ug/Nm3
1 ug/Nm3
Gravimetric
Ekstraktif Pengabuan
Hi – Vol
AAS
9
Dustfall
(Debu Jatuh)
30 Hari
10 ton/
Km2/Bln (Pemuki
Ma) 20 Ton/Km2
/Bulan
(Industri)
Gravinetric
Cannister
10
Total Fluorides (as F)
24 Jam
90 Hari
3 ug/Nm3
0,5 ug/Nm3
Spesific ion Electrode
Impinger atau Continous Analyzer
11
Fluor Indeks
30 Hari
40 ug/100 cm2dari kertas limed filter
Colourimetric
Limed Filter Paper
12
Khlorine dan Khlorine Dioksida
24 Jam
150 ug/Nm3
Spesific ion Electrode
Impinger atau Continous Analyzer
13
Sulphat Indeks
30 Hari
1 mg SO3/100 cm3Dari Lead Peroksida
Colourimetric
Lead Peroxida Candle
Catatan :
·                  (*) PM2.5 mulai diberlakukan tahun 2002
·                  Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar
Contoh : Industri Petro Kimia; Industri Pembuatan Asam Sulfat
[2]

Kepustakaan:
Archie W.Culp,Jr. Prinsip Prinsip Konversi Energi (Terjemahan Darwin Sitompul). 1989. Erlangga, Jakarta, Cetakan ke-dua
Albert Parker. Industrial Air Pollution Handbook.1978.McGraw-Hill Book Company (UK) Limited. Maidenhead-Bekshire
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, tertanggal 26 Mei 1999








97 comments:

  1. Nama : Muhammad Dendy Agusdiandy
    Nim : 17 202 061
    Jurusan : Teknik Mesin
    Mata kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya:

    Tulisan Bapak Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH.M.Si ini sangat baik, mendidik serta mengajak kita semuanya menyadari bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna seharusnya senantiasa memahami dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya terkhusus seluruh yang ada di bumi. Menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    Ada banyak sekali cara atau bentuk pengendalian partikel dari gas buang tersebut. Jika sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya ke atmosfir haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan. Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  2. Nama:Bayu Eka Putra
    Nim:17202248
    Kelas:4M5
    M.kuliah:pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut Pendapat Saya
    Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini.Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.Maka dari itu kita harus terus memantau dan memahami cara kerja dari pengendalian pencemaran partikel itu sendiri..

    Sekian Pendapat yang bisa saya sampaikan!
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  3. Nama:zean samuel siregar
    Nim :17202226
    Kls :4m5


    Menurut saya isi yang sudah di buat oleh BAPAK HAMZAH diatas bisa di terapkan untuk menyambung dan melangsungkan kehidupan kita di masa yang akan datang.
    Di bumi kita ini semua terdapat volusi udara tersebar luas sampai ke plosok bumi kita harus menerapkan apa yang telah di buat di atas untuk kehidupan yang lebih baik laik..
    Trimakasih

    ReplyDelete
  4. Nama : Boby Manurung
    Nim : 17202215
    Kelas : 4M5
    M Kuliah: pengendalian lingkungan industri
    Judul. : Pengendalian pencemaran partikel

    Menurut saya,
    Pada pengendalian pencemaran partikel, partikel-partikel ini berbentuk sangat kecil dan mungkin tidak terlihat oleh kasat mata, kecuali dengan menggunakan alat bantu.Saat ini pencemaran partikel sudah banyak berkembang khususnya di perkotaan, sehingga membuat siklus kehidupan di perkotaan menjadi tidak sejuk atau nyaman lagi.Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran diri untuk mengendalikan penyebaran partikel itu seperti:asap,debu,dll.

    Terimakasih.

    ReplyDelete
  5. Nama: MUHAMMAD PANJI SUKARNO
    Nim:17202249
    Kelas: 4m5
    Matakuliah:Pengendalian Lingkungan Ìndustri
    Judul: Pengendalian Pencemaran Partikel

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  6. Nama : Zunedi Marbun
    Nim : 17202181
    Kelas : 4m4
    Mata kuliah : pengendalian lingkungan industri
    Judul : pengendalian lingkungan partikel


    Menurut saya , pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.
    Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. Beberapa alat
    yang digunakan untuk tujuan tersebut diantaranya sistem ruang pengendap gravitasi, kolektor siklon, penggosoksikat basah dan presipitator elektrostatik.
    Pengendalian lingkungan sangat diperlukan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Perlindungan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas alat dan modifikasi alat.

    ReplyDelete
  7. Nama : BINSAR SITORUS
    Nim : 17202217
    Kelas: 4M5

    saya rasa untuk pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam. mereka hanya memikirkan kelancaran usaha mereka saja tanpa memikirkan kondisi alam yang bagaimana kondisinya.
    untuk itu saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka. dan supaya pihak pabrik tersebut juga tidak semena-mena membuang limbah atau partikel pabrik mereka sehingga alam tetap terjaga dan terlestari.

    ReplyDelete
  8. Nama: budiman hutajulu
    Nim:17202183
    KElAS:4M4
    Menurut saya tentang pendalian lingkugan indusiri sangat bagus biar bisa menjaga dan mencegah lingkugan di bumi ini yg udah makin lama makin rusak karnakan pencemaran industri
    Datang yang di buat pak dr.hamza nasution bagus jadi kita bisa mengetahui bagai mana cara untuk menanganin tentang pencemaran industi yang semakin parah

    ReplyDelete
  9. Nama : arlin copernikus s
    Nim : 17202214
    Kelas : 4M5
    Mata kuliah : pengendalian lingkungan industri
    Judul : pengendalian lingkungan partikel


    Menurut saya , pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.
    Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. Beberapa alat
    yang digunakan untuk tujuan tersebut diantaranya sistem ruang pengendap gravitasi, kolektor siklon, penggosoksikat basah dan presipitator elektrostatik.
    Pengendalian lingkungan sangat diperlukan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Perlindungan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas alat dan modifikasi alat.

    ReplyDelete
  10. Nama: Aldi rizaldi tanjung
    Nim:17202007
    Kelas: 4m1
    Matakuliah:Pengendalian Lingkungan Ìndustri
    Judul: Pengendalian Pencemaran Partikel

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.
    Reply

    ReplyDelete
  11. Nama :deby syahputra
    Nim : 17 202 018
    Kelas:4M1
    Jurusan : Teknik Mesin
    Mata kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Assalamaualaikum wr.wb

    Menurut pendapat saya:

    Tulisan Bapak Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH.M.Si ini sangat baik, mendidik serta mengajak kita semuanya menyadari bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna seharusnya senantiasa memahami dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya terkhusus seluruh yang ada di bumi. Menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    Ada banyak sekali cara atau bentuk pengendalian partikel dari gas buang tersebut. Jika sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya ke atmosfir haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan. Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang ke atmosfir.

    Waalaikumussalam wr.wb

    ReplyDelete
  12. Nama : Sandri c hutasoit
    Nim. : 17-202-263
    Kelas :4m6

    Menurut saya..
    pengendalian lingkungan partikel sangat lakh perlu terutama pada dunia industri karna akan memberi konflik pada makluk hidup yang ada. jadi strategi yang harus dilakukan yakni penetapan kebijakan PPU (pengendalian pencemaran udara), penetapan program kerja Pengendalian partikel udara, penyusunan langkah kerja, pelaksanaan program kerja, dan evaluasi dari program pengendalian lingkungan tersebut.

    ReplyDelete
  13. Nama : JIMMI SITEPU
    NIM : 14 202 205

    Menurut pendapat saya:

    Dari yang saya baca artikel diatas sangat menambah wawasan serta mengajak kita semuanya menyadari bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna seharusnya senantiasa memahami dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya terkhusus seluruh yang ada di bumi. Menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.

    Pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir.

    Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan dan menyatu dengan udara.

    Jika sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan. Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang.

    ReplyDelete
  14. Nama : Fernando surbakti
    Nim. : 16 202 006
    Matkul: Pengendalian lingkungan industri

    Menurut pandangan saya adalah:
    Disini saya hanya dapat memberikan tanggapan yg sifatnya memberi saran dan masukan antar sesama makhluk hidup untuk saling menjaga lingkungan hidup.
    Pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan jika manusia bekerjasama melakukan aksi penanganan polusi. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan menanggulangi masalah pencemaran udara diantaranya:

    Tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup.
    Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas.
    Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor.
    Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu agar udara yang tercemar dapat diserap melalui proses fotosintesis.
    Menghindari melakukan uji coba nuklir secara massif untuk mencegah pencemaran udara oleh radioaktif.
    Melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan aksi nyata yaitu membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan lingkungan.
    Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga listrik, industri, dan rumah tangga. Ini akan mengurangi polutan yang terlepas ke atmosfer.
    Dan pada dasarnya kelestarian lingkungan hidup berada ditangan kita sendiri selaku makhluk yg paling istimewa dari ciptaan Tuhan lainnya,,dimna kita diciptakan memiliki akal dan pikiran yg tau yg mana yg baik untuk dilakukan dan mana yg tidak baik untuk dilakukan.

    Demikianlah tanggapan yg dapat saya sampaikan tentang pencemaran udara, penyebab polusi udara, dampak pencemaran udara dan cara pencegahan dan penanggulangan polusi udara.

    Trimakasih..

    ReplyDelete
  15. Nama :JEPRI J SIMBOLON
    Nim :17202243
    Kelas:4M5
    M.kuliah:pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut Pendapat saya:

    Pengendalian Pencemaran partikel ini sangat penting khususnya bagi Perusahaan Perusahaan Besar yang jumlah produksi emisi atau gas buangnya sangat tinggi.Yang akan mencemari Lingkungan sekitar dan mengancam kelangsungan hidup generasi yang akan datang,untuk itu perlu kerjasama pemerintah dan perusahaan dalam menangani limbah partikel sebelum dibuang ke lingkungan atau udara bebas.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Nama : Andreas Christoper
    Nim : 17202075
    Kelas : 4M2
    Jurusan : Teknik Mesin
    Matkul : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya:

    Dalam kehidupan sehari hari kita sebagai mahluk hidup sangatlah berpengaruh bagi pencemaran lingkungan tetapi dengan adanya pengendalian pencemaran ini sangatlah membantu kita dalam menjalankan hidup agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar kita,seperti yang Bapak tulis diatas ialah mengajak kita agar kita peduli serta turut berlangsung untuk melindungi lingkungan kita agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  17. Nama :Darlin Lumban Gaol
    Nim :17202148
    Kelas :4M3
    Jurusan :Teknik Mesin
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Industri


    Menurut pendapat saya
    pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.
    Pengendalian Pencemaran partikel ini sangat penting khususnya bagi Perusahaan Perusahaan Besar yang jumlah produksi emisi atau gas buangnya sangat tinggi.Yang akan mencemari Lingkungan sekitar dan mengancam kelangsungan hidup generasi yang akan datang,untuk itu perlu kerjasama pemerintah dan perusahaan dalam menangani limbah partikel sebelum dibuang ke lingkungan atau udara bebas.

    ReplyDelete
  18. Nama : Bintang Kelana Putra
    NIM : 17 202 116
    Kelas: 4M3
    M.K : Pengendalian Lingkungan Industri.

    Menurut Pendapat Saya,
    Bicara mengenai pencemaran tidak lepas dari yang namanya partikel.Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya.faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil.untuk dapat mengendalikan pencemaran partikel ada baik kita harus memulainya dari diri sendiri.misalkan kita berjalan untuk menuju ke sebuah tempat yang dekat dan tidak menggunakan sepeda motor atau sejenisnya yang menggunakan bahan bakar fosil.dalam hal ini lah penerapan kebijakan lah yang perlu. Untuk mengendalikan pencemaran partikel.dan apabila yang melakukan pencemaran udara melebihi baku mutu udara ada sebaiknya di tindak tegas oleh pemerintah dan di awasi oleh masyarakat sekitar (terkhusus perusahaan).

    Sekian pendapat saya!!
    TERIMAKASIH

    ReplyDelete
  19. Nama :Indra Permadi
    Nim :15202030
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup
    Judul:Pengendalian Pencemaran Partikel(PLI6-7)

    Menurut pendapat saya,
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  20. Nama :Ricky Munandar
    Nim : 17202068
    Kelas:4m2
    Jurusan : Teknik Mesin
    Matakuliah :Pengendalian lingkungan industri
    Judul : 6-7 pengendalian pencemaran partikel

    Menurut pendapat saya :

    UDARA merupakan salah satu elemen penunjang kehidupan di muka bumi. Tanpa udara, manusia dan hewan tidak bisa bernafas, tumbuhan pun tidak bisa melakukan fotosintesis. Pentingnya peran udara bagi kehidupan membuat kita harus menjaganya agar udara kita tidak tercemar. Pencemaran udara bias berdampak pada kelangsungan hidup di ekosistemkita, oleh karena itu pengenalan seputar penyebab, dampak, dan penanggulangan pencemaran udara mutlak perlu kita lakukan agar kelangsungan generasi penerus kita di masa yang akan dating dapat tetap terjaga dan lestari.

    Pencemaran udara timbul akibat adanya sumber – sumber pencemaran, baik yang bersifat alami ataupun karena kegiatan manusia. Beberapa pengertian gangguan fisik seperti pencemaran suara, pencemaran panas, pencemaran radiasi dan pencemaran cahaya di anggap sebagai bagian dari pencemaran udara. Adapun karena sifat alami udara yang bias menyebar tanpa batasan ruang, membuat dampak pencemaran udara bias bersifat lokal, regional, maupun global.

    Nah di dalam tulisan ini, yg telah di tulis oleh Bapak Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH.M.Si ini sangat baik, mendidik, menghimbau, serta mengajak kita semuanya untuk menyadari pentingnya pemahaman tentang menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai warga negara yang baik sudah sepatutnya kita menjaga lingkungan agar ekosistem terjaga dengan baik. Oleh karena itu kita harus menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.

    ReplyDelete
  21. Nama :Muhammad Hidayah
    Nim : 17 202 060
    kelas : 4m2
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup


    Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia itu sendiri, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel – partikel tersebut sangat merusak dan merugikan terutama pada manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada saat manusia menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan tertiup ke dalam paru paru. Ukuran partikel yang masuk kedalam paru paru akan menentukan letakpenempelan atau pengendapan partikel tersebut.

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu di sadari bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Dengan demikian perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir, jika jumlah partikel sampai melebihi batas baku maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang dan jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang ke atmosfir.

    Oleh karena itu kita harus sadar terhadap bahayanya pencemaran udara oleh partikel, terlihat sepele tetapi menimbulkan dampak – dampak negative, salah satu contoh nya penyakit “Pneumoconiosis“ . Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh partikel (debu) yang masuk atau mengendap didalam paru – paru.

    ReplyDelete
  22. Nama : samuel siregar
    Nim. : 17202166
    Mata kuliah: Pengendalian lingkungan industri
    kelas:4m4

    Menurut pandangan saya Disini saya hanya dapat memberikan tanggapan yg sifatnya memberi saran dan masukan antar sesama makhluk hidup untuk saling menjaga lingkungan hidup Pencegahan dan penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan jika manusia bekerjasama melakukan aksi penanganan polusi. Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan menanggulangi masalah pencemaran udara diantaranya tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu agar udara yang tercemar dapat diserap melalui proses fotosintesis Menghindari melakukan uji coba nuklir secara massif untuk mencegah pencemaran udara oleh radioaktif Melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan aksi nyata yaitu membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan lingkungan.
    Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga listrik, industri, dan rumah tangga. Ini akan mengurangi polutan yang terlepas ke atmosfer.
    Dan pada dasarnya kelestarian lingkungan hidup berada ditangan kita sendiri selaku makhluk yg paling istimewa dari ciptaan Tuhan lainnya,,dimna kita diciptakan memiliki akal dan pikiran yg tau yg mana yg baik untuk dilakukan dan mana yg tidak baik untuk dilakukan.demikian dari saya terimakasih

    ReplyDelete
  23. Nama :Mades sinaga
    Nim :17202151
    Kelas:4M4
    M.kuliah:pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut Pendapat saya:

    Pengendalian Pencemaran partikel ini sangat penting khususnya bagi Perusahaan Perusahaan Besar yang jumlah produksi emisi atau gas buangnya sangat tinggi.Yang akan mencemari Lingkungan sekitar dan mengancam kelangsungan hidup generasi yang akan datang,untuk itu perlu kerjasama pemerintah dan perusahaan dalam menangani limbah partikel sebelum dibuang ke lingkungan atau udara bebas.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  24. Nama : Fernando Malau
    Nim : 17202179
    Kelas: 4M4

    Menurut saya :
    Pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam. mereka hanya memikirkan kelancaran usaha mereka saja tanpa memikirkan kondisi alam yang bagaimana kondisinya.
    untuk itu saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka. dan supaya pihak pabrik tersebut juga tidak semena-mena membuang limbah atau partikel pabrik mereka sehingga alam tetap terjaga dan terlestari.

    ReplyDelete
  25. Nama : Oloantanama G. Siagian
    Nim : 17202056
    Kelas : 4M2
    Mata Kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    Sekian Pendapat Saya Terima Kasih

    ReplyDelete
  26. Nama :MHD ALMUNAWAR
    Nim :16 202 047
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya

    Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara,partiel merupakan polutan yang paling berbahaya, sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida(CO). Yang menyebabkan kualitas udara dilingkungan semakin menurun adalah manusia. Aktivitas manusia faktor penyebab utama menurunnya kualitas udara di lingkungan.
    Ada juga standar batas batas pencemaran udara secara kuantitatif di atur dalam baku mutu udara emisi,baku mutu udara emisi menunjukkan batas kadar yang diperbolehkan bagi zat dan bahan pencemar yang dikeluarkan dari sumber pencemaran ke udara sehingga tidak mengakibatkan pencemaran yang melampaui batas baku mutu udara. pengendalian emisi dapat dilakukan dengan berbagai alat yang ada di tulis kan oleh Dr. Ir. Hamzah Lubis, SH.,M.S dengan mempertimbang efisiesi dan sifat kimiawi pencemaran

    ReplyDelete
  27. Nama : Panri banjarnahor
    Nim : 17202162
    Kelas : 4M4
    M Kuliah: pengendalian lingkungan industri
    Judul. : Pengendalian pencemaran partikel

    Menurut saya,
    Pada pengendalian pencemaran partikel, partikel-partikel ini berbentuk sangat kecil dan mungkin tidak terlihat oleh kasat mata, kecuali dengan menggunakan alat bantu.Saat ini pencemaran partikel sudah banyak berkembang khususnya di perkotaan, sehingga membuat siklus kehidupan di perkotaan menjadi tidak sejuk atau nyaman lagi.Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran diri untuk mengendalikan penyebaran partikel itu seperti:asap,debu,dll.

    ReplyDelete
  28. Nama:Nurdiyanto sitorus
    Kelas:4M2
    Nim:17202083

    Menurut saya:
    Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini.Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.Maka dari itu kita harus terus memantau dan memahami cara kerja dari pengendalian pencemaran partikel itu sendiri..

    Sekian Pendapat yang bisa saya sampaikan!
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  29. Nama : Magelius p v sinurat
    Nim :17202079
    Kelas :4m2

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  30. Nama : Jody butar butar
    Nim : 17202126
    Kelas: 4M3

    Menurut saya :
    Pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam.Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida..
    Terimakasih

    ReplyDelete
  31. Nama:Roy Frengki Sinaga
    Nim:17202228
    Kls:4M5

    Menurut pendapat saya:
    Jika sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya ke atmosfir haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan ,karena gas tersebut mengandung partikel partikel yang dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan.dan kepada petugas yg bertugas menjaga kelestarian alam,diharapkan agar lebih ketat dalam menjalankan tugasnya.
    Sekian pendapat saya,Terimakasih

    ReplyDelete
  32. Nama : Rinto pardomuan harahap
    Nim : 17202190
    Kelas : 4M4
    M Kuliah: pengendalian lingkungan industri
    Judul. : Pengendalian pencemaran partikel

    Menurut saya,
    Pada pengendalian pencemaran partikel, partikel-partikel ini berbentuk sangat kecil dan mungkin tidak terlihat oleh kasat mata, kecuali dengan menggunakan alat bantu.Saat ini pencemaran partikel sudah banyak berkembang khususnya di perkotaan, sehingga membuat siklus kehidupan di perkotaan menjadi tidak sejuk atau nyaman lagi.Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran diri untuk mengendalikan penyebaran partikel itu seperti:asap,debu,dll.

    ReplyDelete
  33. Nama:josua kobosky purba
    Nim:17202242
    Kls:4M5

    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  34. Nama: Herbet Darusman Sihite
    Nim:17202065
    Kelas: 4M2
    Matakuliah:Pengendalian Lingkungan Ìndustri


    Di dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  35. Nama :HENDRO SEFTEVEN HUTAHAEAN
    Nim : 17202204
    Kelas : 4M5
    Mata Kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    Sekian Pendapat Saya Terima Kasih

    ReplyDelete
  36. NAMA : FANDY RAMADHAN
    NIM : 17202109
    KELAS : 4M3
    JURUSAN : TEKNIK MESIN
    M.K : PLI

    MENURUT SAYA :
    Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber pencemarannya telah banyak.

    Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.

    ReplyDelete





  37. Nama:Ahmad Dai Robi
    Nim:17202261
    Kelas:4M6
    M.kUliah:Pengendalian Lingkungan Industri





    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  38. Gurgur Aldorado PasaribuJune 27, 2019 at 8:04 PM

    Nama:Gurgur Aldorado Pasaribu
    Nim : 17202057
    Kelas : 4M2
    Mata Kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya,
    Apabila sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan. Apabila Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang.

    ReplyDelete
  39. Nama :valenrio Tarigan
    Nim:17202274
    Kls:4M6
    M.k:pengendalian lingkungan industri (pli)

    Menurut saya :
    Pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam. mereka hanya memikirkan kelancaran usaha mereka saja tanpa memikirkan kondisi alam yang bagaimana kondisinya.
    untuk itu saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka. dan supaya pihak pabrik tersebut juga tidak semena-mena membuang limbah atau partikel pabrik mereka sehingga alam tetap terjaga dan terlestari.

    ReplyDelete
  40. NAMA:LUCKY SANDY SURBAKTI
    NM:17202277
    KELAS:4M6
    MATA KUALIAH:PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI

    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara.
    Pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam. mereka hanya memikirkan kelancaran usaha mereka saja tanpa memikirkan kondisi alam yang bagaimana kondisinya.
    pihak pabrik tersebut juga tidak semena-mena membuang limbah atau partikel pabrik mereka sehingga alam tetap terjaga dan terlestari.

    ReplyDelete
  41. Nama : Chandro Dicky Laoli
    Nim. : 18202097
    Kelas. : 4M6
    M.kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut saya , pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.

    Oleh karena itu kita harus sadar terhadap bahayanya pencemaran udara oleh partikel, terlihat sepele tetapi menimbulkan dampak – dampak negative, salah satu contoh nya penyakit “Pneumoconiosis“ . Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh partikel (debu) yang masuk atau mengendap didalam paru – paru.

    ReplyDelete
  42. Nama : Fajar Noer Rambe
    NIM : 17202054
    Kelas : 4M2
    Mata Kuliah : Pengendalian Limbah Industri

    Tulisan Bapak Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH,MSi. Ini sangat baik karena ini sangat mendidik karena kita sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna harus peduli dengan lingkungan sekitar supaya terjadinya keseimbangan dan kesinambungan antara unsur biotik dan unsur abiotik.
    Untuk itu dalam penegndakian limbah partikel harus kita fahami supaya tidak menambah kerusakan lingkungan. Di dalam dunia industri pencemaran tentu selalu terjadi tetapi kita harus bias meminimalisir pencemaran tersebut dengan membuat alat untuk mengendalikan pencemaran partikel tersebut.
    Dalam hal ini kita harus tau baku mutu partikel yg boleh di buang sberapa besar sehingga kita bias meminimalisir pencemaran partikel tersebut. Dan seharusnya kita harus bias menekan angka pencemaran partikel tersebut supaya menjaga kelangsungan hidup manusia dan mahluk yg ada di bumi ini. Karena hak kita sama dengan mereka yaitu hak untuk hidup.

    ReplyDelete
  43. Nama:sayyid akbar
    Nim:17202168

    Blog ini sangat menarik,saya baru tau kalau udara yang keluar dari cerobong pabrik itu hanya dibuang begitu saja.rupanya tidak,fungsi cerobong yang tinggi dan besar tersebut bukan hanya sebagai jalur sisa pembakaran yang terjadi di dalam pabrik.rupanya iya juga memiliki fungsi sebagai penyarik partikel-partikel yang kasar dan jika partikel-partikel tersebut dibuang langsung hal ini dapat menggangu sistem pernafasan mahluk hidup disekitar dan lingkungan.dan dari blog ini saya dapat mengetahui tata cara pegendalian pencemaran partikel yang baik dan benar sesuai dengan baku mutu yang ada.

    ReplyDelete
  44. Nama:sayyid akbar
    Nim:17202168

    Blog ini sangat menarik,saya baru tau fungsi sebenarnya cerobong asap yang ada di pabrik mengapa dibangun besar dan tinggi.saya kira hanya jalur pembuanga sisa pembakaran.rupanya ia memiliki fungsi lain yaitu sebagai penyarin partikel-partikel berbahaya jika dibuang begitu saja.dan dari blog ini dapat di ketahui tata cara pengendalian pencemaran partikel agar sesuai dengan baku mutu yang ada.

    ReplyDelete
  45. NAMA : FILIPPUS RIANTONIUS
    NIM : 18202154
    KELAS : 4M6
    MATA KULIAH : PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI


    Menurut pendapat saya:

    Dalam kehidupan sehari hari kita sebagai mahluk hidup sangatlah berpengaruh bagi pencemaran lingkungan tetapi dengan adanya pengendalian pencemaran ini sangatlah membantu kita dalam menjalankan hidup agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar kita,seperti yang Bapak tulis diatas ialah mengajak kita agar kita peduli serta turut berlangsung untuk melindungi lingkungan kita agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    ReplyDelete
  46. Nama:Afif Nugraha Arfandi
    Kelas:4M3
    Nim:17202141

    Menurut saya:
    Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini.Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.Maka dari itu kita harus terus memantau dan memahami cara kerja dari pengendalian pencemaran partikel itu sendiri..

    Sekian Pendapat yang bisa saya sampaikan!
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  47. Nama :Apriaman sinaga
    Nim :17202114
    Kelas :4M3

    Menurut pendapat saya

    Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Setiap hal yang dilakukan atas kegiatan manusia baik secara perseorangan maupun secara kelompok dalam kegiatan usaha memperoleh tatanan hidup menjadi lebih baik perlu dilakukan pengendalian agar mampu menyeimbangkan dengan lingkungan sekitarnya

    ReplyDelete
  48. NAMA:RICHARD ESTRADA GINTING
    NIM:17202275
    KELAS:4M6
    MK:PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI


    Menurut saya :
    Pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam. mereka hanya memikirkan kelancaran usaha mereka saja tanpa memikirkan kondisi alam yang bagaimana kondisinya. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.


    ReplyDelete
  49. Nama:Bayu Rahmat Saparudin
    Nim:17.202.266
    Kelas:4M6
    M.Kuliah:Pengendalian Lingkungan Industri


    Pendapat Saya:

    Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara.

    Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang ke atmosfir.demikian dari saya terimaksih..


    ReplyDelete
  50. Nama : Sei Feru Gultom
    Nim : 17 202 121
    Kelas : 4 M3

    Menurut Pendapat Saya
    Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini.Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.Maka dari itu kita harus terus memantau dan memahami cara kerja dari pengendalian pencemaran partikel itu sendiri

    ReplyDelete
  51. NAMA : ABDUL MALIK KARIM AMARULLAH
    NIM : 17202193
    KELAS : 4M3
    JURUSAN : TEKNIK MESIN
    M.K : PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI

    MENURUT SAYA :
    Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber pencemarannya telah banyak.

    Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.

    ReplyDelete
  52. Nama:j.rodison simatupang
    Kelas:4m3
    Nim:17202102


    pendapat saya:
    Dalam kehidupan sehari hari kita sebagai mahluk hidup sangatlah berpengaruh bagi pencemaran lingkungan tetapi dengan adanya pengendalian pencemaran ini sangatlah membantu kita dalam menjalankan hidup agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar kita,seperti yang Bapak tulis diatas ialah mengajak kita agar kita peduli serta turut berlangsung untuk melindungi lingkungan kita agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    Reply

    ReplyDelete
  53. Nama :Bagas pangestu
    Nim :17202119
    Kelas:4M3


    MENURUT SAYA :
    Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel yang mencemari udara banyak macam dan jenisnya, tergantung pada macam dan jenis kegiatan industri dan teknologi yang ada. Mengenai macam dan jenis partikel pencemar udara serta sumber pencemarannya telah banyak.

    Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    Pada saat orang menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan terhirup ke dalam paru-paru. Ukuran partikel (debu) yang masuk ke dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapan partikel tersebut. Partikel yang berukuran kurang dari 5 mikron akan tertahan di saluran nafas bagian atas, sedangkan partikel berukuran 3 sampai 5 mikron akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah. Partikel yang berukuran lebih kecil, 1 sampai 3 mikron, akan masuk ke dalam kantung udara paru-paru, menempel pada alveoli. Partikel yang lebih kecil lagi, kurang dari 1 mikron, akan ikut keluar saat nafas dihembuskan.

    ReplyDelete
  54. Nama : Josua Siregar
    Nim : 17202089
    Jurusan : Teknik Mesin
    Mata Kuliah : Pemeliharaan Lingkungan Industri

    Menurut Saya,
    Tulisan dari Bapak Dr.Ir Hamzah Lubis,SH.M.Si ini sangat memberikan pemahaman yang baik serta mendidik dan mengajak kita semuanya menyadari bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna seharusnya senantiasa memahami dan mimilki kepedulian yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya terkhusus seluruh yang ada di bumi. Menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.
    Selama kita berpijak dibumi maka tak luputlah dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar . Perlu kita sadari, seperti tertulis dalam tulisan yang berjudul Pengendalian pencemaran partikel ini, bahwa factor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pebangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran fosil timbul lah gas yang cukup panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke udara dan menyerap ke atmosfer. Partikel-partiel yang dikandung cukup kecil bila dilihat kasat mata,Namun efek yang ditimbulkan cukup berbahaya.
    Ada berbagai cara untuk Pengendalian Pencemaran Partikel yang efektif mengurangi akibat dari Pencemaran Partikel , Perlu dikaji terlebih dahulu apakah partikel yang akan di tembakkan ke udara dan menyerap ke atmosfer sudah aman dan tidak berbahaya.

    ReplyDelete
  55. Nama : irwan prasetya simanullang
    Nim : 17202105
    Kelas : 4M3
    Jurusan : Teknik Mesin
    Matkul : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya:

    Dalam kehidupan sehari hari kita sebagai mahluk hidup sangatlah berpengaruh bagi pencemaran lingkungan tetapi dengan adanya pengendalian pencemaran ini sangatlah membantu kita dalam menjalankan hidup agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar kita,seperti yang Bapak tulis diatas ialah mengajak kita agar kita peduli serta turut berlangsung untuk melindungi lingkungan kita agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
  56. NAMA : CHEVIN LEONARDO HUTAGALUNG
    NIM : 17202062
    JURUSAN : TEKNIK MESIN
    MATA KULIAH PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI

    MENURUT SAYA
    Saya sangat setuju dengan adanya Pengendalian partikel Ada berbagai cara untuk menghilangkan benda partikel dari gas buang. Parameter performan dari sistem pembuang benda partikel disebut efisiensi koleksi dari sistem dan didefinisikan sebagai berikut : Efisiensi koleksi antara satu sistem dengan sistem yang lain adalah berbeda-beda, tetapi bervariasi antara 50% untuk sistem mekanis sederhana sampai lebih dari 99% pada presipitator elektrostatis(Archie, 1989)

    ReplyDelete
  57. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  58. NAMA : NANDA TARIGAN
    NIM : 17202092
    JURUSAN : TEKNIK MESIN
    KELAS : 4M2
    MATA KULIAH PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI

    Ada banyak sekali cara atau bentuk pengendalian partikel dari gas buang tersebut. Jika sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya ke atmosfir haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan. Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  59. Nama:boyke Sahputra sitorus
    Nim:17202245
    Kelas:4M5

    ReplyDelete
  60. Nama:boyke Sahputra sitorus
    Nim:17202245
    Kelas:4M5

    Menurut pendapat saya:

    Dari yang saya baca artikel diatas sangat menambah wawasan serta mengajak kita semuanya menyadari bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna seharusnya senantiasa memahami dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya terkhusus seluruh yang ada di bumi. Menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.

    Pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir.

    Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan dan menyatu dengan udara.

    Jika sebuah pabrik ataupun pembangkit ingin membuang gas hasil pembakarannya haruslah terlebih dahulu meninjau apakah gas yang akan dibuang tersebut sudah aman atau tidak, maksudnya tidak boleh melebihi batas baku mutu untuk udara yang sudah ditetapkan. Jika hasilnya melebihi batas baku mutu maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang. Caranya dapat mengunakan suatu alat atau mesin yang pada prinsipnya akan mengurangi atau meminimalisir jumlah partikel sampai dibawah batas baku mutu udara.Jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang

    ReplyDelete
  61. Nama:julliman
    Nim:17202232
    Kls:4M5
    Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    ReplyDelete
  62. Nama : SAMUEL PURBA
    Nim : 17202138
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup
    Judul:Pengendalian Pencemaran Partikel(PLI6-7)

    Menurut pendapat saya,
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  63. Nama : ROLAND JOSUA SITANGGANG
    Nim : 17202161
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup
    Judul:Pengendalian Pencemaran Partikel(PLI6-7)

    menurut saya:
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia
    merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di
    lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel
    merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah
    toksisitasnya adalah karbonmonoksida.

    ReplyDelete
  64. Nama : Ridwan Hinsa S. Hutajulu
    Kelas : 4M3
    NIM : 17202106
    Menurut Saya
    Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya.Faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Untuk dapat mengendalikan pencemaran partikel ada baik kita harus memulainya dari diri sendiri. Misalkan kita berjalan untuk menuju ke sebuah tempat yang dekat dan tidak menggunakan sepeda motor atau sejenisnya yang menggunakan bahan bakar fosil dan untuk perusahan jika ingin membuang asap sisa pembakaran sebaik nya disaring menggunakan penangkap udara yang ada dalam artikel ini. Dalam hal ini lah penerapan kebijakan lah yang perlu. Untuk mengendalikan pencemaran partikel dan apabila yang melakukan pencemaran udara melebihi baku mutu udara ada sebaiknya di tindak tegas oleh pemerintah dan di awasi oleh masyarakat sekitar (terkhusus perusahaan).

    ReplyDelete
  65. NAMA : ANDRI MULIADI
    NIM : 17202053
    JURUSAN : TEKNIK MESIN
    KELAS : 4M2
    MATA KULIAH PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI

    Pendapat saya, Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini. Adapun upaya pencegahan dan pengendalian terhadap polusi udara dapat dilakukan sebagai berikut :
    1. Penghijauan dan reboisasi
    2. Memasang penyaring udara pada cerobong asap pabrik
    3. Menetapkan kawasan industri yang jauh dari kawasan pemukiman warga
    4. Mengurangi pemakaian bahan bakar dari fosil (minyak bumi dan batu bara) pada industri dan
    pembangkit listrik.
    5. Memanfaatkan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan
    6. Pengawasan yang ketat di wilayah hutan yang rawan terbakar
    7. Melarang warga membakar semak belukar di sekitar hutan dalam membuka lahan pertanian
    8. Memakai masker
    9. Tidak menggunakan barang-barang rumah tangga yang mengandung Kloro Fluoro Karbon (CFC)
    10. Tidak merokok di dalam ruangan
    11. Ketentuan hukum internasional yang mengikat mengenai bahan-bahan radioaktif
    12. Perusahaan yang mengeluarkan emisi harus memenuhi standar batas-batas pencemaran udara (Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Mutu Udara Emisi )

    ReplyDelete
  66. Nama :Suram Pratama Pardede
    Nim :17202132
    Kelas:4M3

    Menurut pendapat Saya

    Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan menanggulangi masalah pencemaran udara diantaranya tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu. saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka.jadi pada era ini kita sangat membutuhkan yang namanya oksigen untuk kita mendapatkan oksigen yang bersih kita harus menghijaukan bumi kita yang tercinta agar terjauh yang namanya polusi udara.

    ReplyDelete
  67. Nama :Ajib ramadan
    Nim : 17202113
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup
    Judul:Pengendalian Pencemaran Partikel(PLI6-7)

    Menurut pendapat saya,
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  68. Nama :Ajib ramadan
    Nim : 17202113
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup
    Judul:Pengendalian Pencemaran Partikel(PLI6-7)

    Menurut pendapat saya,
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  69. Nama :Richard fernando sihombing
    Nim : 17202208
    Mata Kuliah :Pengendalian Lingkungan Hidup
    Judul:Pengendalian Pencemaran Partikel(PLI6-7)

    Menurut pendapat saya,
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  70. Nama :Budiman hutajulu
    Nim :17202183
    Kelas:4M4

    Menurut pendapat Saya

    Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan menanggulangi masalah pencemaran udara diantaranya tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu. saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka.jadi pada era ini kita sangat membutuhkan yang namanya oksigen untuk kita mendapatkan oksigen yang bersih kita harus menghijaukan bumi kita yang tercinta agar terjauh yang namanya polusi udara.

    ReplyDelete
  71. Nama : Bayuga Ateta Nugerah Perangin-angin
    Nim : 16 202 119
    Jurusan : Teknik Mesin
    Kelas : 4 M 6
    Mata kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Asalamualaikum Wr.Wb

    Menurut pendapat Saya,
    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir. karena jika pengendalian pertikel tersebut tidak di terapkan sebelum di lepas ke atmosfir, maka lama kelamaan pemanasan gelobal akan terjadi seiring waktunya berjalan, dan mahluk hidup akan merasakan kepanasan di muka bumi kemudian timbul berbagai penyakit yang cepat merangsang kehidupan di bumi, untuk menghidari dari itu sebaiknya kita tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan, pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup, memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas, menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor, menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu agar udara yang tercemar dapat diserap melalui proses fotosintesis, menghindari melakukan uji coba nuklir secara massif untuk mencegah pencemaran udara oleh radioaktif, melakukan penyuluhan kepada masyarakat umum tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, perlu dilakukan aksi nyata yaitu membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan lingkungan, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit tenaga listrik, industri, dan rumah tangga. Ini akan mengurangi polutan yang terlepas ke atmosfer.

    sekian dari saya, kurang dan lebihnya atas penulisan komentar ini saya mohon maaf.
    Akhir kata saya ucapakn terimakasi.


    ReplyDelete
  72. Nama: Afrinaldi
    Nim:17202211
    Jurusan:Teknik Mesin
    Kls:4M5

    Menurut pendapat saya.
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  73. Nama :Ferdyawan Subagy)o
    Nim : 17202222

    Menurut pendapat saya,
    Pengendalian pencemaran partikel sangat penting di lakukan karenakan demi kelangsungan mahkluk hidup di bumi ini. Sehingga pemerintah dan perusahaan harus saling bekerja sama dalam mengatasi permasalahan pencemaran partikel gas buang. Setiap perusahaan-perusahaan besar yang gas buangnya sangat tinggi harus mempunyai teknologi penguraian partikel gas buang sehingga gas buang yang di keluari menjadi bersih dan ramah lingkungan.
    Terima Kasih.

    ReplyDelete
  74. Nama :Benny Eri Irianto Nainggolan
    Nim :17202218
    Kelas:4M5

    Menurut pendapat Saya

    Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan menanggulangi masalah pencemaran udara diantaranya tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu. saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka.jadi pada era ini kita sangat membutuhkan yang namanya oksigen untuk kita mendapatkan oksigen yang bersih kita harus menghijaukan bumi kita yang tercinta agar terjauh yang namanya polusi udara.

    ReplyDelete
  75. Nama : Aldi Efri Ardiansyah Rambe
    Nim : 15 202 126
    MK : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  76. Nama : Nurhakim Sunanda
    NIM : 16202030
    Kelas : 4M6

    Dari artikel diatas mengenai MKPLI-6-7 Pengendalian Pencemaran Partikel sangat menambah wawasan pembaca, bahwasanya ada ambang batas atau baku mutu partikel-partikel yang dapat dilepas ke udara, karena partikel-partikel yang terlalu berukuran besar dapat membahayakan tingkat kesehatan khususnya paru-paru jika terhirup makhluk hidup, mungkin efeknya tidak terlalu terasa namun lambat laun akan menyebabkan masalah penyakit lingkungan yang serius dan lingkungan tidak sehat. Dengan metode alat pemfilteran yang telah di bahas diharapkan bisa dibuatkan alat pada setiap akan melepas partikel ke udara harus selalu di filterisasi agar baku mutu nya terjaga dan udara lingkungan menjadi sehat, peranan dinas terkait dan masyarakat sangat diharapkan dalam hal ini demi terjaganya lingkungan hidup kita.

    ReplyDelete
  77. Nama : Muhammad iqbal
    NIM : 16202215
    Kelas : 4M6

    dari artikel di atas saya baru sadar bahwasanya asap dari pabrik atau pengolahan industri tidak langsung hilang , makanya setiap perusahaan industri di anjurkan untuk membuat alat untuk pengendalian pencemaran partikel, karena sangat berbahaya untuk lingkungan juga untuk makhluk hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama : Jeffrey Pebryan Anderson
      NIM : 18202143
      Mata Kuliah : PLI
      EXTENTION
      Jurusan Teknik Mesin

      Pendapat saya.
      Dalam mengatasi pencemaran partikel juga seharusnya pemerintah harus tegas dalam hal itu. dan kita sebagai masyarakat juga harus saling memberitahukan atau mengerti akan hal bahaya hal itu, sehingga ketika kita melihat dan merasakan adanya pencemaran partikel kita dapat mengatasinya atau memberitahukan kepada pihak yang berwajib untuk mengatasi hal itu.

      Delete
  78. NAMA:REFORMANDA P SINAGA
    NIM. :16202144
    MATA KULIAH:PENGENDALIAN LINGKUNGAN INDUSTRI
    Menurut saya , pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.
    Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. Beberapa alat
    yang digunakan untuk tujuan tersebut diantaranya sistem ruang pengendap gravitasi, kolektor siklon, penggosoksikat basah dan presipitator elektrostatik.
    Pengendalian lingkungan sangat diperlukan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Perlindungan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas alat dan modifikasi alat.
    Sekian dari pendapat saya bila ada kekurangan dalam mengomentari mohon maaf sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  79. Nama:Michael Hutabarat
    Nim:16202166
    M.Kuliah:Pengendalian Lingkungan Industri


    pendapat saya:
    Dalam kehidupan sehari hari kita sebagai mahluk hidup sangatlah berpengaruh bagi pencemaran lingkungan tetapi dengan adanya pengendalian pencemaran ini sangatlah membantu kita dalam menjalankan hidup agar tidak mencemarkan lingkungan sekitar kita,seperti yang Bapak tulis diatas ialah mengajak kita agar kita peduli serta turut berlangsung untuk melindungi lingkungan kita agar tidak terjadi pencemaran lingkungan.Secara umum partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, tanaman, hewan dan manusia. Partikel-partikel tersebut sangat merugikan kesehatan manusia. Pada umumnya udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai macam penyakit saluran pernapasan atau pneumoconiosis.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  80. Nama : Diki fernando sebayang
    Nim : 17202252
    Kelas:4M6
    MK : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya,
    Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida. Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    Terima kasih

    ReplyDelete
  81. Nama: Pandu M Situmorang
    Nim: 16202145
    M.Kulia: Pengendalian Lingkungan Industri


    Menurut pendapat saya
    pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.
    Pengendalian Pencemaran partikel ini sangat penting khususnya bagi Perusahaan Perusahaan Besar yang jumlah produksi emisi atau gas buangnya sangat tinggi.Yang akan mencemari Lingkungan sekitar dan mengancam kelangsungan hidup generasi yang akan datang,untuk itu perlu kerjasama pemerintah dan perusahaan dalam menangani limbah partikel sebelum dibuang ke lingkungan atau udara bebas.
    Sekian dan Terimakasih

    ReplyDelete
  82. Nama : krismanto sihombing
    Nim : 16 202 283
    Kelas: 4M6

    saya rasa untuk pengendalian pencemaran partikel saat ini tidak sepenuhnya berlangsung dengan baik. yang dimana sering terjadi dikalangan masyarakat bahwa pihak-pihak perusaan atau pabrik tidak memikirkan dampak yang terjadi ketika unsur yang terkandung dalam partikel dibuang dengan begitu saja sehingga hal ini menjadi faktor utama yang merusak keadaan alam. mereka hanya memikirkan kelancaran usaha mereka saja tanpa memikirkan kondisi alam yang bagaimana kondisinya.
    untuk itu saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka. dan supaya pihak pabrik tersebut juga tidak semena-mena membuang limbah atau partikel pabrik mereka sehingga alam tetap terjaga dan terlestari.

    ReplyDelete
  83. Nama : Fauzi Hasibuan
    Nim : 17202206
    kelas : 4M5
    jurusan : T.Mesin
    Mata kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri


    Pencemaran udara oleh partikel dapat disebabkan karena peristiwa alamiah dan dapat pula disebabkan karena ulah manusia itu sendiri, lewat kegiatan industri dan teknologi. Partikel – partikel tersebut sangat merusak dan merugikan terutama pada manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada saat manusia menarik nafas, udara yang mengandung partikel akan tertiup ke dalam paru paru. Ukuran partikel yang masuk kedalam paru paru akan menentukan letakpenempelan atau pengendapan partikel tersebut.

    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu di sadari bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Dengan demikian perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir, jika jumlah partikel sampai melebihi batas baku maka perlu dan harus diambil tindakan untuk pengendalian gas buang dan jika dibawah baku mutu maka boleh atau dapat dikatakan masih bisa ditolerir untuk dibuang ke atmosfir.

    Oleh karena itu kita harus sadar terhadap bahayanya pencemaran udara oleh partikel, terlihat sepele tetapi menimbulkan dampak – dampak negative, salah satu contoh nya penyakit “Pneumoconiosis“ . Pneumoconiosis adalah penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh partikel (debu) yang masuk atau mengendap didalam paru – paru.

    ReplyDelete
  84. Nama : Aboy Simangunsong
    NIM : 16202180
    Jurusan Teknik Mesin
    MAKUL : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya:
    Beberapa hal yang bisa dilakukan oleh manusia untuk mencegah dan menanggulangi masalah pencemaran udara diantaranya tidak melakukan pembakaran dan atau penebangan pohon-pohon di hutan dengan sembarangan. Pohon-pohon di hutan merupakan sumber oksigen bagi mahluk hidup Memanfaatkan energi alternatif yang ramah lingkungan, misalnya tenaga surya dan biogas Menggunakan kendaraan umum massal dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk membantu meminimalisir terjadinya polusi akibat emisi kendaraan bermotor Menciptakan jalur hijau di perkotaan dengan menanam pohon-pohon di tempat-tempat tertentu. saya rasa dalam pengendalian pencemaran partikel ini pemerintah juga dengan senantiasa melaksanakan tugasnya untuk selalu mengkordinir orang-orang yang bertugas dalam pihak pengendalian alam atau partikel tersebut supaya dalam menjaga kondisi alam yang baik, pihak wiraswasta yang bergerak dalam bidang industri terutama pabrik kecil maupun besar tetap terkotrol kegiatan mereka.jadi pada era ini kita sangat membutuhkan yang namanya oksigen untuk kita mendapatkan oksigen yang bersih kita harus menghijaukan bumi kita yang tercinta agar terjauh yang namanya polusi udara.
    Terimakasih..

    ReplyDelete
  85. Dalam pengendalian partikel harus sangat serius karna partikel merupakan pencemaran yang sangat serius karna bentuk yang sangat halus dan tak terlihat oleh kasat mata. Maka dari itu harusnya pengolahan limbah partikel harus sangat serius dalam pengendaliannya

    ReplyDelete
  86. Nama : tomy hasan ginting
    Nim : 16 202 202
    Jurusan teknik mesin
    Mata kuliah PLI
    Dalam pengendalian partikel harus sangat serius karna partikel merupakan pencemaran yang sangat serius karna bentuk yang sangat halus dan tak terlihat oleh kasat mata. Maka dari itu harusnya pengolahan limbah partikel harus sangat serius dalam pengendaliannya

    ReplyDelete
  87. nama:Jesse frents hutagalung
    nim :18202162
    matapelajaran pengendalian lingkungan industri
    Menurut saya , pengendalian lingkungan partikel sangatlah perlu dilakukan karena udara dilingkungan semakin menurun dan Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Saat ini pencemaran partikel sangat banyak berkembang khusus nya di perkotaan. partikel ini merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.
    Teknik untuk mengontrol emisi partikel semua didasarkan pada penangkapan partikel sebelum dilepaskan ke atmosfer. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dipengaruhi oleh ukuran partikel. Beberapa alat
    yang digunakan untuk tujuan tersebut diantaranya sistem ruang pengendap gravitasi, kolektor siklon, penggosoksikat basah dan presipitator elektrostatik.
    Pengendalian lingkungan sangat diperlukan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Perlindungan terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas alat dan modifikasi alat.

    ReplyDelete

  88. Nama:hanafi pratama hsb
    Nim:17202248
    Kelas:4M5
    M.kuliah:pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut Pendapat Saya
    Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini.Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.Maka dari itu kita harus terus memantau dan memahami cara kerja dari pengendalian pencemaran partikel itu sendiri..

    ReplyDelete

  89. Nama:hanafi pratama hsb
    Nim:17202248
    Kelas:4M5
    M.kuliah:pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut Pendapat Saya
    Polusi udara atau pencemaran udara dapat menimbulkan berbagai macam permasalahan, mulai dari masalah kesehatan sampai pada perubahan iklim global. Pencemaran udara tidak dapat dihilangkan sama sekali, tetapi hanya dapat dikurangi atau dikendalikan. Manusia dapat mengakibatkan pencemaran udara, tetapi juga dapat berperan dalam pengendalian pencemaran udara ini.Kualitas udara dilingkungan semakin menurun. Aktivitas manusia merupakan faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara di lingkungan. Partikel adalah salah satu jenis pencemar di udara. Partikel merupakan polutan yang paling berbahaya. Sedangkan yang paling rendah toksisitasnya adalah karbonmonoksida.Maka dari itu kita harus terus memantau dan memahami cara kerja dari pengendalian pencemaran partikel itu sendiri..

    ReplyDelete
  90. Nama:gidion hutabarat
    Nim : 17 202 186
    Jurusan teknik mesin
    Mata kuliah PLI
    Dalam pengendalian partikel harus sangat serius karna partikel merupakan pencemaran yang sangat serius karna bentuk yang sangat halus dan tak terlihat oleh kasat mata. Maka dari itu harusnya pengolahan limbah partikel harus sangat serius dalam pengendaliannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama : Jeffrey Pebryan Anderson
      NIM : 18202143
      Mata Kuliah : PLI
      EXTENTION
      Jurusan Teknik Mesin

      Menurut pendapat saya.

      Dalam pengendalian partikel juga kita sebagai masyarakat awam seharusnya dapat pembelajaran atau pemahaman tentang partikel tersebut, bahwa bahayanya partikel yang tidak baik. apalagi kita yang tinggal di daerah pemukiman industri dimana banyaknya partikel" yang dikeluarkan oleh pabrik industri yang kita tidak ketahui apakah sudah memenuhi baku mutu yang dikeluarkan atau tidak. dan dalam mengatasi pencemaran partikel khususnya pemerintah yang mengatasi hal ini harus sangat tegas untuk mengatasinya agar tidak terjadinya bahaya untuk lingkungah hidup sekitar.

      Delete
  91. Nama :Farhan Besil Abiyyu
    Nim :16202160
    Jurusan teknik mesin
    PLI

    Menurut saya :
    Polusi udara bisa berakibat fatal pada kesehatan manusia dan dapat menyebabkan macam - macam penyakit baik yang menular maupun tidak. Sudah seharusnya pemerintah bertindak tegas dalam hal ini.baik itu memperketat cerobong asap pabrik maupun asap kendaraan agar menggunakan penyaring yang khusus.

    Sekian dan terima kasih

    ReplyDelete
  92. NAMA : EKO NUR RAHMADY
    NIM : 17202045
    KELAS : EXTENTION
    Jurusan Teknik Mesin

    Cob kita bayangkan setiap satu kendaraan bermotor yang menyala itu menghasilkan zat emisi gas buang sekitar 9 ml atau setara dengan 2 bungkus asap rokok, tentu itu sangat berbahaya bagi kita yang menghirupnya. Maka dari itu kita berperan besar untuk mengurangi pencemaran udara.salah satu untuk mengurangi pencemaran udara ialah dengan menanam pohon. Manfaat dari pohon dapat membantu menyerat zat karbon monoksida atau lebih tepatnya asap kendaraan bermotor.

    ReplyDelete
  93. NAMA :IKHSAN FUADI
    NIM :17202033
    EXTANTION
    Jurusan Teknik Mesin

    Dalam pengendalian partikel harus sangat serius, karena partikel merupakan pencemaran udara yang sangat serius, karna bentuk partikel yang sangat halus dan tak terlihat oleh kasat mata,dan sangat membahayakan bagi kesehatan.Maka dari itu pengolahan limbah partikel harus sangat serius dalam pengolahannya.

    ReplyDelete
  94. NAMA :EKO NUR RAHMADY
    NIM :17202045
    KELAS :EXTENTION
    Jurusan teknik mesin
    Di bumi kita saat ini tak luput dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar. Perlu kita sadari, seperti yang tertulis dalam tulisan yang berjudul “ Pengendalian Pencemaran Partikel “ ini, bahwa faktor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pembangkit tenaga berbahan bakar fosil. Dari hasil pembakaran tersebut maka akan menimbulkan gas panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke atmosfir. Perlu kita ketahui bahwa gas buang ini mengandung partikel – partikel halus yang dapat mencemari lingkungan khususnya pada udara. Maka dari itu perlu adanya bentuk pengendalian partikel tersebut sebelum dilepaskan/ dibuang ke atmosfir.

    ReplyDelete
  95. Nama : Roy Martin Sipayung
    Nim : 16202097
    M.Kuliah : Pengendalian Lingkungan Industri

    Menurut pendapat saya Tentang
    MK.PLI-6-7. Pengendalian Pencemaran Partikel Oleh Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH.,Msi.

    Menurut saya Artikel ini sangat memberikan pemahaman yang baik serta mendidik dan mengajak kita semuanya menyadari bahwa kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna seharusnya senantiasa memahami dan mimilki kepedulian yang tinggi terhadap ciptaan Tuhan yang lainnya terkhusus seluruh yang ada di bumi. Menjaga dan merawatnya adalah kewajiban kita semuanya.

    Selama kita berpijak dibumi maka tak luputlah dari yang namanya pencemaran udara yang disebabkan oleh partikel dalam jumlah yang begitu besar . Perlu kita sadari, seperti tertulis dalam tulisan yang berjudul Pengendalian pencemaran partikel ini, bahwa factor penyebab terjadinya pencemaran udara pada umumnya ditimbulkan oleh instalasi pebangkit tenaga berbahan bakar fosil.


    Dari hasil pembakaran fosil timbul lah gas yang cukup panas pembuangan yang selanjutnya akan dilepaskan ke udara dan menyerap ke atmosfer. Partikel-partiel yang dikandung cukup kecil bila dilihat kasat mata,Namun efek yang ditimbulkan cukup berbahaya.
    Ada berbagai cara untuk Pengendalian Pencemaran Partikel yang efektif mengurangi akibat dari Pencemaran Partikel , Perlu dikaji terlebih dahulu apakah partikel yang akan di tembakkan ke udara dan menyerap ke atmosfer sudah aman dan tidak berbahaya.sekian dan Trimakasih, semoga bermanfaat.

    ReplyDelete