Pengolahan Air

Dr.Ir.Hamzah Lubis,SH.,M.Si
I.Pengantar
Metode yang digunakan untuk pengolahan air sangat tergantung pada kontaminan yang ada di dalam air dan tujuan penggunaan air tersebut. Di samping pengelompokan kontaminan, kontaminan utama yang terdapat dalam sumber-sumber penyediaan air dapat dibedakan sebagai: (1) bakteri patogen; (2) kekeruhan atau turbiditas dan padatan tersuspensi; (3) warna; (4) rasa dan bau; (5). senyawa-senyawa organik dan anorganik terlarut; (6) kesadahan; dan (7) gas-gas terlarut. Sedangkan tujuan penggunaan air bisa dibedakan antara lain (1) keperluan domestik: minum, memasak, mandi, cuci, kakus (MCK); (2) sistem proses; (3) uap/steam; (4) sistem pendingin; (5) reaktan.
         
          II. Pengolahan air
    Pada dasarnya, metode yang digunakan untuk pengolahan air dari berbagai sumber dan untuk berbagai tujuan dapat dibedakan sebagai (1) Pengolahan secara fisik; dan (2) Pengolahan secara kimia dan (3) Pengolahan secara biologis. Kuiah ini akan mengulas terutama pengolahan secara fisika dan kimia. Sistem peralatan yang digunakan untuk pengolahan secara fisika sering disebut sebagai satuan operasi, sedangkan sistem peralatan yang digunakan untuk pengolahan secara kimia sering disebut sebagai satuan proses. Fungsi masing-masing satuan untuk pengolahan tersebut disajikan pada Tabel 1.

              Tabel-1. Satuan Operasi atau Proses dan Penerapannya dalam Pengolahan air
Operasi atau Proses
                           Penerapan
Satuan Operasi
1. Saringan
(screening)
Saringan kuarsa digunakan untuk melindungi pompa dari padatan mengapung. Saringan halus digunakan untuk menghilangkan padatan mengapung dan dan tersuspensi
2. Saringan mikron
(milroscreening)
Digunakan menghilangkan impuritas yang halus seperti alga, pasir dan sebagainya
3. Aerasi
Untuk menambah maupun mengeluarkan gas-gas dari air. Misal :aerasi untuk menghilangkan Fe2+ dan Mn2+ terlarut.
4. Mixing
Untuk mencampur bahan-bahan kimia dan gas-gas yang diperlukan untuk pengolahan
5. Flokulasi
Untuk mempercepat penggumpalan partikel dengan pengadukan  sangat lambat.
6. Sedimentasi
Untuk menghilangkan partikel-partikel seperti tanah dan pasir atau padatan (flok) tersuspensi.
7. Filtrasi
Untuk menyaring padatan yang masih tersisa setelah pengendapan/sedimentasi
Satuan Proses
1. Koagulasi
Proses penambahan bahan-bahan kimia untuk membentuk gumpalan (flok) yang selanjutnya dipisahkan pada proses flokulasi.
2. Disinfeksi
 Digunakan untuk mematikan bakteri patogen yang ada dalam air.
3. Presipitasi
Penghilangan komponen ion terlarut seperti kalsium dan magnesium (kesadahan) dengan penambahan bahan-bahan kimia sehingga akan menimbulkan endapan
4. Ion exchange
 Untuk penghilangan sebagian maupun keseluruhan kation dan anion terlarut dalam air
5. Adsorpsi
Untuk penghilangan senyawa-senyawa organik yang menyebabkan warna, rasa dan bau.
6. Oksidasi kimia
Untuk mengoksidasi berbagai senyawa yang ditemukan di dalam air, yang menyebabkan rasa, wama dan kerak.

     

            III. Pemilihan satuan operasi
Pemilihan satuan-satuan operasi maupun proses yang digunakan unruk pengolahan air sangat
tergantung pada kualitas dan jenis bahan baku serta tujuan penggunaan dari air yang telah diolah. Suatu unit pengolahan air bisa melibatkan bagian-bagian kecil dari satuan operasi dan proses, tetapi bisa juga melibatkan hampir semua satuan operasi dan proses yang ada. Secara skematis, prinsip pengolahan air tersaji pada Gambar 1. Secara sederhana, cara pengolahan air dari berbagai zat pengator yang ada di dalam air disajikan pada Tabel 2. Contoh beberapa diagram alir proses pengolahan air disajikan pada sub bab berikut ini.

                                          Gambar-1. Prinsip dasar pengolahan air

                                    Tabel-1. Cara pengolahan air dari berbagai zat pencemar


                          




                                               Gambar-2. Diagram pengolahan air sungai




                      Gambar-3. Pengolahan air laut menjadi air tawar: 
                                         Metoda Reserve Osmosis (RO)




                                       Gambar-4. Diagaram alir pengolahan  air kemasan




                             Gambar -5. Pengolahan air laut menjadi air tawar:
                                                Metoda  Multi Stage Flash Evaporation (MSF)





                                                 Gambar-6. Pengolahan air kolam renang










Sumber: Budiyono.2013. Teknik Pengolahan Air. Yokyakarta: Graha Ilmu, hal.31-39



No comments:

Post a Comment